Serangan Siber Lumpuhkan Aeroflot, Ribuan Penerbangan di Rusia Dibatalkan
Teknologi
Keamanan Siber
28 Jul 2025
291 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan siber terhadap Aeroflot menyebabkan gangguan besar pada penerbangan di Rusia.
Kelompok hacker Silent Crow mengklaim bertanggung jawab sebagai reaksi terhadap konflik Ukraina.
Pembatalan lebih dari 60 penerbangan menunjukkan dampak serius dari serangan siber ini.
Pada hari Senin, Aeroflot, maskapai penerbangan terbesar di Rusia, mengalami serangan siber yang mengganggu seluruh operasionalnya. Serangan ini menyebabkan banyak penerbangan dibatalkan dan situs resmi Aeroflot tidak bisa diakses oleh penumpang dan masyarakat umum.
Kelompok peretas pro-Ukraina yang dikenal dengan nama Silent Crow mengaku bertanggung jawab atas serangan ini bersama dengan peretas dari Belarus. Mereka mengaku telah mengambil alih sistem penting Aeroflot dan menghancurkan sebagian dari sistem tersebut sebagai bentuk protes atas pendudukan Rusia di Ukraina.
Setelah serangan itu, lebih dari 60 penerbangan Aeroflot di berbagai bandara Rusia dibatalkan. Hal ini dikonfirmasi oleh pihak kejaksaan Rusia yang menyebut serangan ini sebagai serangan hacker yang menyebabkan gangguan besar pada layanan penerbangan.
Situs web Aeroflot juga tidak bisa digunakan sementara waktu dan menampilkan pesan bahwa akses sedang dibatasi. Para hacker juga memposting bukti akses mereka ke berbagai sistem internal Aeroflot, termasuk data internal pengguna dan data penting lainnya.
Situasi ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur penting sebuah negara terhadap serangan siber, dan menimbulkan kekhawatiran besar bagi keamanan digital, khususnya di sektor transportasi dan penerbangan yang sangat bergantung pada teknologi.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi (Pakar Keamanan Siber)
Insiden ini menggambarkan pentingnya kesiapan dan respon cepat terhadap serangan siber pada perusahaan besar, terutama yang memiliki peran strategis seperti Aeroflot dalam transportasi nasional.
