Nasib TikTok di AS Ditentukan dalam Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Teknologi
Keamanan Siber
16 Sep 2025
250 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kesepakatan antara AS dan China mengenai TikTok menunjukkan pentingnya hubungan perdagangan antara kedua negara.
Tindakan pemerintah AS terhadap TikTok mencerminkan kekhawatiran mengenai keamanan nasional dan kontrol data.
Proses akuisisi TikTok melibatkan berbagai pihak dan menjadi sorotan utama dalam negosiasi internasional.
TikTok, aplikasi media sosial yang sangat populer, kini berada di persimpangan jalan karena tekanan dari pemerintah Amerika Serikat. Pemerintah AS menilai TikTok sebagai risiko keamanan nasional dan meminta ByteDance, perusahaan induknya yang berasal dari China, untuk melepas bisnisnya di AS. Tenggat waktu penting yang harus dipenuhi oleh TikTok adalah tanggal 17 September 2025.
Untuk menghindari pelarangan dan penutupan bisnis TikTok di AS, pertemuan penting dijadwalkan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping. Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin akan membahas kesepakatan mengenai masa depan TikTok di pasar AS. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa sudah ada kesepakatan kerangka yang memungkinkan alih kepemilikan ke pihak yang dikendalikan oleh AS.
Kepala negosiator perdagangan China, Li Chenggang, juga mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut, namun mengingatkan bahwa AS sebaiknya tidak terus memberikan tekanan berlebihan pada perusahaan China. Bahkan, meskipun ada ancaman penutupan, Gedung Putih justru membuka akun resmi TikTok di bulan Agustus 2025, menunjukkan adanya dinamika yang masih berjalan.
Banyak nama besar yang dikaitkan dengan potensi akuisisi TikTok di AS, termasuk Larry Ellison, CEO Tesla Elon Musk, dan perusahaan startup AI bernama Perplexity. Donald Trump juga menyebut ada beberapa 'orang sangat kaya' yang tertarik untuk membeli TikTok agar tetap bisa beroperasi di AS dengan pengawasan yang lebih ketat.
Walaupun ada perpanjangan batas waktu untuk mencapai kesepakatan, pihak AS menegaskan bahwa tidak akan ada perpanjangan berulang. Masa depan TikTok di AS sangat bergantung pada hasil negosiasi dan keputusan yang diambil oleh kedua negara, serta pihak-pihak terkait yang terlibat dalam proses tersebut.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Kontrol ketat terhadap aplikasi seperti TikTok memang penting, tetapi terlalu banyak tekanan dapat menghambat inovasi dan diplomasi teknologi antarnegara.Margrethe Vestager
Kesepakatan semacam ini harus memastikan transparansi dan perlindungan data pengguna, agar tidak terjadi penyalahgunaan oleh pihak manapun.