Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tren Baru di Mall dan E-Commerce: Banyak yang Melihat Tapi Jarang Membeli

Bisnis
Marketing
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
23 Jul 2025
19 dibaca
2 menit
Tren Baru di Mall dan E-Commerce: Banyak yang Melihat Tapi Jarang Membeli

Rangkuman 15 Detik

Trafik tinggi di e-commerce tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan penjualan.
Perubahan pola belanja masyarakat mengindikasikan bahwa konsumen lebih memilih untuk membandingkan produk dan menunggu promo.
Kunjungan ke mall meningkat, tetapi belanja yang dilakukan lebih sedikit dan produk yang dibeli cenderung lebih murah.
Beberapa pusat perbelanjaan besar di Jakarta mulai menghadapi tren baru dimana banyak pengunjung yang datang bukan untuk berbelanja secara aktif, melainkan lebih untuk bermain atau sekedar jalan-jalan. Hal serupa terjadi di dunia digital melalui platform e-commerce yang trafik kunjungannya tinggi namun tidak langsung diikuti pembelian. Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia, Budi Primawan, mengungkapkan bahwa banyak konsumen sering kali hanya mencari dan membandingkan produk secara online, kemudian menunggu promo atau mempertimbangkan lebih dulu sebelum memutuskan membeli. Hal ini mirip dengan perilaku di mal yang juga semakin banyak pengunjung yang belum tentu membeli. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa banyak masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, mengubah kebiasaan berbelanja mereka. Mereka tetap datang ke mal namun frekuensi belanja baju dan barang lainnya berkurang dan cenderung mencari barang dengan harga yang lebih murah. Data menunjukkan bahwa kunjungan ke mal meningkat sebesar 10-15% pada Januari hingga Mei 2025, terutama pada momen istimewa seperti tahun baru, Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri. Meski demikian, peningkatan kunjungan ini tidak diiringi dengan peningkatan pembelian yang seimbang dari segi nilai pembelanjaan. Dengan kondisi ini, pengelola mal dan platform e-commerce perlu memahami perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih selektif dan mengedepankan efisiensi dalam berbelanja, baik secara offline maupun online.

Analisis Ahli

Budi Primawan
Trafik tinggi tapi belanja tidak langsung di e-commerce nyata dan menjadi tren yang mirip dengan fenomena di mal, karena konsumen suka membandingkan dan menunggu promo.
Alphonzus Widjaja
Masyarakat datang ke mal lebih untuk bermain dan kunjungan bertambah, tapi sektor belanja kelas menengah ke bawah masih sangat terbatas dan pilih-pilih dalam pengeluaran.