AI summary
Penelitian gulungan Herculaneum menggunakan teknologi canggih seperti sinar-X dan AI. Vesuvius Challenge mendorong kolaborasi untuk mendekripsi teks kuno yang berharga. Gulungan Herculaneum memiliki potensi untuk mengungkap pengetahuan baru tentang sejarah kuno. Artikel ini membahas upaya besar-besaran untuk menguraikan gulungan Herculaneum yang terbakar dan terkubur dalam letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Gulungan ini ditemukan pada abad ke-18 di antara reruntuhan vila Romawi yang mewah di Herculaneum, dekat Napoli. Meskipun banyak yang robek karena berbagai upaya untuk membukanya, beberapa ratus gulungan tetap utuh dan menawarkan cache pengetahuan kuno yang belum pernah terjadi sebelumnya.Pada 27 Maret, sebuah jet pribadi tiba di Bandara London Luton dengan membawa 18 gulungan kuno dari Perpustakaan Nasional Vittorio Emanuele III di Napoli. Gulungan ini dibawa ke akselerator partikel Diamond Light Source dekat Oxford untuk dipindai menggunakan sinar-X yang kuat. Peneliti menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengungkap isi gulungan tersebut, dan hasil awal menunjukkan tanda-tanda tinta yang terlihat jelas, yang sangat menjanjikan.Tantangan Vesuvius, sebuah kompetisi yang didirikan oleh Brent Seales dan Nat Friedman, bertujuan untuk mengoptimalkan dan mengotomatisasi teknik pemindaian dan pembacaan gulungan. Gulungan dipindai dalam puluhan bagian dan data digabungkan menjadi satu set data tunggal. Dengan menggunakan alat pemetaan serat papirus, proses pemindaian menjadi lebih efisien. Upaya ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak teks kuno yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Penggabungan teknologi sinar-X canggih dengan AI untuk membaca gulungan Herculaneum merupakan terobosan besar dalam bidang filologi digital dan arkeologi. Namun, tantangan teknis dalam mengurai lapisan papirus yang sangat padat akan membutuhkan inovasi kontinyu agar hasilnya benar-benar maksimal dan dapat dipublikasi secara luas.