Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok Bisa Dimatikan di AS Jika ByteDance Tak Setujui Divestasi

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (8mo ago) cyber-security (8mo ago)
25 Jul 2025
191 dibaca
1 menit
TikTok Bisa Dimatikan di AS Jika ByteDance Tak Setujui Divestasi

Rangkuman 15 Detik

Tanpa kesepakatan divestment, TikTok mungkin akan mati di AS.
Kontrol dan kepemilikan Amerika terhadap TikTok adalah syarat penting bagi keberlanjutannya.
Keputusan mengenai TikTok diharapkan segera diambil dalam waktu dekat.
TikTok, aplikasi video populer milik perusahaan Cina ByteDance, menghadapi risiko dimatikan di Amerika Serikat. Pemerintah AS menuntut agar aplikasi ini berada di bawah kontrol perusahaan Amerika supaya bisa tetap beroperasi di negara tersebut. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa jika pemerintah Cina tidak menyetujui kesepakatan divestasi yang memungkinkan Amerika mengendalikan teknologi dan algoritma TikTok, aplikasi ini akan segera berhenti beroperasi di AS. Presiden Donald Trump bersedia membiarkan ByteDance tetap memiliki sebagian kecil saham TikTok, asalkan kontrol utama dan kepemilikan teknologi berada di tangan Amerika. Meskipun pembicaraan soal masa depan TikTok tidak menjadi bagian resmi dari perundingan dagang AS dan Cina, topik ini tetap dibahas secara tidak resmi karena relevansinya yang sangat tinggi. Keputusan akhir mengenai kelanjutan operasi TikTok di AS diperkirakan akan segera diumumkan, sehingga waktu bagi solusi masih sangat terbatas.

Analisis Ahli

Andreas Antonopoulos (ahli keamanan siber)
Kontrol teknologi dan algoritma adalah kunci untuk memitigasi risiko keamanan, tapi penutupan paksa aplikasi popular bisa menimbulkan efek negatif pada kebebasan digital dan inovasi.
Susan Athey (profesor ekonomi)
Upaya memindahkan kepemilikan dan kontrol software dari perusahaan asing menunjukkan tren proteksionisme teknologi yang bisa memperlambat efisiensi pasar global.