Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

LegalOn Percepat Review Kontrak dengan AI dan Raih Investasi Rp 835.00 miliar ($50 Juta)

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (8mo ago) startups (8mo ago)
24 Jul 2025
8 dibaca
2 menit
LegalOn Percepat Review Kontrak dengan AI dan Raih Investasi Rp 835.00 miliar ($50 Juta)

Rangkuman 15 Detik

LegalOn Technologies memimpin pasar tinjauan kontrak berbasis AI di Jepang dan sedang memperluas ke AS dan Inggris.
Perusahaan baru saja mengumpulkan $50 juta untuk mengembangkan produk agen AI dan meningkatkan kemitraan teknologinya.
Meskipun AI memainkan peran penting, pengacara tetap penting dalam mengawasi dan menilai hasil dari teknologi tersebut.
Proses meninjau kontrak hukum sering kali memakan waktu lama dan rumit karena harus memeriksa bahasa yang sulit serta mengidentifikasi risiko. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan LegalOn dari Tokyo mengembangkan alat review kontrak berbasis AI yang sudah dipakai oleh ribuan organisasi di Jepang, AS, dan Inggris. LegalOn menggunakan data dan playbook yang dibuat oleh pengacara untuk memastikan hasil review tidak hanya cepat tapi juga akurat dan sesuai standar hukum. Mereka mengklaim alat ini bisa mempercepat waktu review hingga 85 persen sambil meningkatkan kualitas pekerjaan tim hukum. Baru-baru ini, LegalOn mendapatkan pendanaan seri C sebesar 50 juta dolar yang dipimpin oleh Goldman Sachs dan melibatkan investor lain termasuk bank dan firma hukum Jepang. Pendanaan ini akan dipakai untuk mengembangkan produk AI baru dan memperkuat pemasaran di pasar AS dan Inggris. Selain alat review kontrak, perusahaan juga meluncurkan produk Matter Management yang membantu tim hukum mengelola permintaan kontrak dan berkolaborasi dengan berbagai departemen di perusahaan secara lebih efisien. Mereka juga bekerja sama secara teknis dengan OpenAI untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan terbaru. Meskipun AI semakin berkembang, CEO LegalOn menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan pengacara, melainkan sebagai alat bantu yang memungkinkan pengacara untuk bekerja lebih cepat dan lebih tepat. Manusia masih diperlukan untuk mengawasi, mengedit, dan membuat keputusan hukum penting.

Analisis Ahli

Daniel Lewis
Teknologi AI harus menjadi alat bantu yang memperkuat pengacara, bukan menggantikannya, dengan memastikan hasil yang akurat dan praktis berdasarkan standar hukum nyata.