NIH Gagal Lengkapi Dewan Penasihat Akibat Tekanan Politik Pemerintah Trump
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
14 Jul 2025
162 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
NIH akan membatalkan nominasi anggota dewan penasihat yang diusulkan oleh pemerintahan sebelumnya.
Proses pemilihan anggota dewan penasihat NIH adalah panjang dan melibatkan banyak pemeriksaan.
Perubahan ini dapat berdampak negatif pada keberagaman dan kualitas keputusan pendanaan penelitian di NIH.
US National Institutes of Health (NIH), lembaga besar yang mendanai penelitian biomedis, tengah menghadapi perubahan yang tidak biasa. Puluhan ilmuwan yang sudah dipilih dan disetujui untuk bergabung dengan dewan penasihat mereka tiba-tiba tidak jadi bergabung. Hal ini terjadi karena adanya tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang menginginkan anggota dewan sejalan dengan prioritas politiknya.
Dewan penasihat NIH memiliki peran penting dalam melakukan penilaian akhir terhadap aplikasi dana riset. Setiap ilmuwan yang masuk ke dewan ini dipilih melalui proses panjang dan ketat selama dua tahun, termasuk pengecekan latar belakang dan etika. Dengan keluarnya puluhan ilmuwan ini, sebagian besar institusi NIH kini kekurangan anggota ahli yang cukup untuk membuat keputusan yang matang.
Katrina Claw, seorang genetika dan kandidat anggota dewan penasihat yang batal menjabat, merasa kecewa karena sudah mengurangi beban kerja lain demi jabatan ini. NIH juga tidak memberikan penjelasan mengenai alasan pasti batalnya penunjukan ini, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran di kalangan staf.
Menurut Eric Green, mantan direktur salah satu institut NIH, keputusan ini sangat merugikan karena membuang tenaga dan waktu yang sudah digunakan untuk menyeleksi anggota dewan sebelumnya. Karena jumlah anggota yang sangat sedikit, proses evaluasi aplikasi akan menjadi lemah dan kurang representatif keahlian.
Proses pemilihan anggota dewan berikutnya kini harus dimulai dari awal dengan tugas baru yang harus mempertimbangkan prioritas pemerintahan Trump. Ada juga kekhawatiran bahwa staf memilih kandidat berdasarkan pandangan politik dan keterlibatan mereka dalam isu keberagaman, yang membuat situasi ini semakin kontroversial.
Analisis Ahli
Eric Green
Pengurangan anggota dewan setelah proses panjang adalah keputusan yang buruk dan akan melemahkan kemampuan dewan untuk memberikan penilaian yang komprehensif.

