Pendanaan NIH untuk Studi Kesenjangan Kesehatan Minoritas di AS Dibatalkan
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
16 Mei 2025
8 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian tentang disparitas kesehatan di kalangan kelompok etnis minoritas menghadapi tantangan akibat kebijakan politik.
Penghentian dana untuk penelitian yang berkaitan dengan DEI dapat menghambat kemajuan ilmiah dalam memahami ketidaksetaraan kesehatan.
Kebingungan mengenai definisi DEI dapat menciptakan efek menakutkan bagi peneliti yang ingin mengeksplorasi isu-isu kesehatan minoritas.
Penelitian kesehatan yang fokus pada ketidaksetaraan di kalangan kelompok etnis minoritas di Amerika Serikat menghadapi hambatan serius setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan kebijakan yang menolak konsep DEI (Diversity, Equity, and Inclusion). NIH, lembaga utama pendanaan penelitian biomedis, membatalkan dana yang diberikan kepada beberapa ilmuwan yang meneliti dampak rasisme struktural pada penyakit ginjal di komunitas kulit hitam.
Dinushika Mohottige, seorang dokter spesialis ginjal di Icahn School of Medicine, merasa sangat kecewa ketika menerima kabar pembatalan dana untuk penelitiannya padahal proposalnya sudah mendapat penilaian positif. Kebijakan ini merujuk pada perintah eksekutif Trump yang menilai DEI sebagai ideologi yang mengabaikan nilai meritokrasi dan melanggar hukum anti-diskriminasi federal.
Kebingungan muncul karena definisi DEI tidak jelas dan meluas, mencakup istilah-istilah seperti 'rasisme', 'ketidaksetaraan', dan 'determinasi sosial kesehatan'. Hal ini membuat para peneliti takut untuk mengajukan proposal terkait ketidaksetaraan karena risiko ditolak atau kehilangan dana. Dampak ini dinamakan chilling effect yang dapat menghambat kemajuan ilmu dan inklusivitas dalam penelitian kesehatan.
Jayanta Bhattacharya, direktur NIH, menyatakan bahwa kebijakan yang ada tidak bermaksud menghentikan penelitian fundamental terkait kesehatan kelompok minoritas, dan membedakan antara riset biologis dan ideologi politis yang dianggap tidak bermanfaat. Namun, dalam praktiknya pembatasan terjadi lewat pemakaian daftar kata kunci yang membuat beberapa riset menjadi sasaran pembatalan resmi.
Fenomena pembatalan dana ini menciptakan ketidakpastian besar bagi peneliti dan berpotensi mengurangi jumlah studi yang berfokus pada penyebab sosial dari ketidaksetaraan kesehatan di Amerika Serikat, sehingga merusak upaya pengembangan ilmu pengetahuan yang inklusif dan adil bagi semua kelompok.
Analisis Ahli
Jayanta Bhattacharya
Memisahkan riset yang fokus pada konsekuensi biologis karakteristik individu dari riset 'ideologi DEI' yang dianggap tidak berkontribusi pada kesehatan, walaupun penjelasan definisinya masih samar.

