Empat Remaja Ditangkap atas Serangan Siber Besar Marks & Spencer
Teknologi
Keamanan Siber
11 Jul 2025
161 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Empat pelaku serangan siber berusia di bawah 21 tahun ditangkap di Inggris.
Marks & Spencer mengalami kerugian besar akibat serangan ransomware yang berlangsung selama tujuh minggu.
Pentingnya pelaporan serangan siber secara hukum bagi semua bisnis di Inggris ditegaskan oleh Archie Norman.
Empat orang muda di bawah usia 21 tahun ditangkap oleh kepolisian West Midland, Inggris, terkait serangan siber yang menyerang peritel terkenal Marks & Spencer dan Harrods. Mereka sempat melakukan kejahatan berupa ransomware yang menyebabkan layanan belanja online M&S terganggu selama beberapa minggu.
Serangan yang terjadi pada April 2025 itu mengakibatkan kerugian finansial besar, yaitu sekitar 300 juta poundsterling atau setara dengan Rp 6,5 triliun. Dampak dari serangan ini sangat besar karena layanan belanja online M&S harus dihentikan sementara selama sekitar tujuh minggu.
CEO Marks & Spencer, Stuart Machin, telah memastikan bahwa dampak negatif dari serangan siber ini akan bisa diatasi sekitar bulan Agustus 2025. Namun, layanan penting seperti click and collect masih belum pulih hingga saat ini.
Chairman M&S, Archie Norman, mengatakan bahwa mereka telah menghubungi FBI Amerika Serikat untuk meminta bantuan dalam menangani insiden siber tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pelaporan serangan siber yang bersifat material harus diwajibkan secara hukum untuk setiap bisnis di Inggris.
Sayangnya, tidak semua perusahaan melaporkan serangan yang mereka alami. Norman bahkan menuding ada dua serangan siber besar yang tidak dilaporkan sama sekali oleh perusahaan yang mengalaminya. Hal ini menunjukkan masih banyak tantangan dalam penanganan kejahatan siber di dunia bisnis.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Serangan siber besar seperti ini menegaskan pentingnya pelaporan wajib agar pihak berwenang bisa menanggapi dan mengatasi ancaman lebih awal. Tindakan hukum terhadap pelaku muda juga menjadi sinyal peringatan bahwa kejahatan digital adalah isu serius yang harus ditangani dengan serius.Mikko Hypponen
Pelaku yang masih muda seringkali dipengaruhi lingkungan digital yang berisiko, sehingga pendekatan pencegahan dan rehabilitasi harus dikembangkan beriringan dengan penegakan hukum agar efek jangka panjang terhadap keamanan siber bisa diminimalisir.

