Penangkapan Tersangka Serangan Ransomware yang Lumpuhkan Bandara Eropa
Teknologi
Keamanan Siber
25 Sep 2025
218 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan ransomware dapat melumpuhkan infrastruktur penting seperti bandara.
Penyelidikan terhadap kejahatan siber memerlukan kolaborasi antara berbagai lembaga penegak hukum.
Ransomware adalah ancaman serius bagi perusahaan dan bisa berdampak besar pada layanan publik.
Baru-baru ini, serangan ransomware menyebabkan gangguan besar di beberapa bandara utama di Eropa. Sistem check-in otomatis yang membantu penumpang mengurus tiket dan bagasi mendadak lumpuh, membuat banyak penerbangan dibatalkan dan jadwal perjalanan kacau.
Pihak kepolisian Inggris berhasil menangkap seorang pria berusia 40 tahun yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Namun, pria ini saat ini sudah dibebaskan dengan jaminan bersyarat karena proses penyelidikan masih berlangsung dan belum mencapai kesimpulan penuh.
National Crime Agency menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini masih berada di tahap awal. Mereka juga belum bisa mengonfirmasi kelompok peretas yang bertanggung jawab, karena kelompok ransomware biasanya beroperasi secara tertutup dan menyebarkan data curian melalui dark web.
Beberapa bandara seperti Brussels mengalami pembatalan puluhan penerbangan, sementara di Berlin, petugas terpaksa menggunakan metode manual untuk check-in dan mengelola bagasi, yang membuat waktu tunggu penumpang menjadi lebih lama. Di Heathrow, meskipun sebagian besar penerbangan berjalan, sistem check-in tetap mengalami gangguan.
Ransomware adalah perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi data dan meminta tebusan untuk membukanya. Insiden ini mengingatkan pentingnya keamanan siber di sektor transportasi dan perlunya tindakan pencegahan agar fasilitas publik tidak menjadi korban serangan yang berakibat luas.
Analisis Ahli
Brian Krebs (Jurnalis Keamanan Siber)
Serangan ransomware terhadap infrastruktur kritis seperti bandara merupakan tren yang sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber kini semakin berani serta sofisticate.Mikko Hypponen (Chief Research Officer di F-Secure)
Insiden ini mempertegas kebutuhan untuk kolaborasi internasional dalam melacak dan menghentikan kelompok peretas ransomware yang mengincar sektor vital seperti transportasi.

