TLDR
Serangan siber terhadap HMRC menunjukkan kerentanan sistem perpajakan terhadap kejahatan digital. Penangkapan pelaku di Romania dan Inggris menunjukkan kerjasama internasional dalam menangani kejahatan siber. Pentingnya kewaspadaan terhadap praktik phishing untuk melindungi informasi pribadi dan keuangan. Kantor pajak Inggris atau HMRC mengalami serangan siber yang besar dan serius, di mana kelompok kriminal mencuri data penting. Para pelaku menggunakan metode phishing untuk mengelabui korban agar memberikan akses ke akun-akun pajak mereka.Setelah mendapatkan data tersebut, geng kriminal mengajukan klaim pengembalian pajak palsu agar bisa mendapatkan uang dari pemerintah secara ilegal. Kerugian yang berhasil dicuri mencapai sebanyak 47 juta poundsterling atau sekitar Rp1 triliun.Tim HMRC bekerja sama dengan Kepolisian Romania untuk menangkap para pelaku yang tersebar di beberapa wilayah Romania, seperti Ilfov, Giurgiu, dan Calarasi. Pada July 10, seorang pelaku juga ditangkap di Preston, Inggris.Petugas menyita uang tunai, mobil, hingga komputer yang digunakan untuk melakukan tindakan kriminal, termasuk penipuan dan pencucian uang. Penangkapan ini merupakan kelanjutan dari investigasi yang sedang berlangsung oleh HMRC.Menurut Simon Grunwell dari HMRC, pihaknya tidak hanya berupaya menangkap pelaku, tetapi juga melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban lebih lanjut. Sekitar 100.000 orang terdampak dari kasus ini.