Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tuduhan Penyalinan Model AI Huawei Vs Alibaba Mengguncang Industri China

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
08 Jul 2025
1301 dibaca
2 menit
Tuduhan Penyalinan Model AI Huawei Vs Alibaba Mengguncang Industri China

TLDR

Tuduhan plagiarisme antara Huawei dan Alibaba menciptakan ketegangan dalam industri AI Tiongkok.
Respon Huawei menegaskan pentingnya inovasi dan orisinalitas dalam pengembangan model AI.
Kontroversi ini menunjukkan tantangan dalam membuktikan keaslian model AI di era kolaborasi sumber terbuka.
Baru-baru ini, muncul kontroversi besar di dunia kecerdasan buatan di China setelah kelompok whistleblower HonestAGI menuduh Huawei menyalin model AI milik Alibaba. Mereka mengklaim bahwa model AI terbaru Huawei, Pangu Pro, memiliki kemiripan luar biasa dengan model Qwen 2.5 dari Alibaba yang membuat banyak pihak ragu akan orisinalitas teknologi Huawei.Huawei melalui divisi riset AI mereka, Noah Ark Lab, langsung membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Pangu Pro bukan hasil pelatihan ulang dari model orang lain, tetapi hasil inovasi yang dibuat sendiri menggunakan chip Ascend milik Huawei. Huawei juga menegaskan bahwa mereka mematuhi aturan lisensi open source yang berlaku.Teknologi fingerprinting yang digunakan oleh HonestAGI untuk membandingkan model dianggap kontroversial. Ada kritik bahwa metode tersebut kurang dapat dipercaya karena juga menunjukkan tingkat korelasi yang tinggi antara model yang sebenarnya tidak terkait. Selain itu, laporan HonestAGI ditemukan beberapa referensi palsu yang meragukan kredibilitas analisis mereka.Situasi semakin memanas ketika seorang sumber anonim dari tim Huawei menyebutkan adanya cloning sistematis model AI milik Alibaba dan memasarkan model yang dimodifikasi sebagai produk Huawei yang berbeda. Namun, klaim ini belum memiliki verifikasi independen sehingga masih menjadi perdebatan terbuka.Kontroversi ini menjadi gambaran persaingan yang semakin ketat di industri AI China, yang dulu dikenal dengan semangat kolaborasi dan dukungan pemerintah. Para ahli menilai hal ini dapat merusak kepercayaan global terhadap produk AI China dan mendorong kebutuhan aturan serta alat yang lebih jelas untuk menjamin keaslian dan transparansi pengembangan model AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.