TLDR
Huawei membela model Pangu Pro MoE dari tuduhan plagiarisme. Persaingan dalam pengembangan model bahasa di Tiongkok semakin ketat, terutama antara Huawei dan Alibaba. Penggunaan kode sumber terbuka dalam pengembangan model AI harus sesuai dengan lisensi yang berlaku. Huawei mengembangkan sebuah model AI canggih bernama Pangu Pro MoE 72B yang dilatih menggunakan chip Ascend buatan mereka sendiri. Model ini merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan oleh laboratorium Huawei bernama Noah’s Ark Lab yang fokus pada teknologi bahasa besar.Baru-baru ini, sebuah akun GitHub bernama HonestAGI menuduh bahwa model Huawei ini memiliki kesamaan yang tinggi dengan model Qwen-2.5 14B milik Alibaba, yang membuat beberapa pengembang meragukan keaslian model Huawei.Menanggapi tuduhan tersebut, Huawei menyatakan bahwa model Pangu Pro MoE bukan hasil dari pelatihan tambahan pada model lain, melainkan dikembangkan secara independen. Mereka juga mengakui penggunaan kode open-source dengan lisensi yang sesuai dan jelas.Tuduhan tersebut terjadi di tengah persaingan teknologi antara perusahaan besar di China seperti Huawei dan Alibaba dalam pengembangan kecerdasan buatan, khususnya untuk model bahasa besar yang saat ini menjadi perhatian global.Meski demikian, akurasi tuduhan ini masih menjadi perdebatan karena akun GitHub yang pertama kali mengungkapnya telah menghapus repository mereka, namun beberapa penjelasan singkat masih tersedia sebagai catatan komunitas.