Perang antara model AI generatif semakin memanas dengan peluncuran Alibaba Qwen 2.5 yang ditujukan untuk bersaing dengan DeepSeek, yang baru saja meluncurkan model AI-nya, DeepSeek-V3. DeepSeek-V3 memiliki keunggulan karena dapat dilatih lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan model AI lainnya seperti ChatGPT dan Llama. Model ini berhasil menarik perhatian banyak orang, bahkan menjadi aplikasi gratis terpopuler di Apple setelah diluncurkan. Namun, peluncuran ini juga membuat investor khawatir tentang masa depan chip mahal yang digunakan untuk melatih model AI.Alibaba juga menyatakan bahwa Qwen 2.5 lebih unggul dibandingkan DeepSeek-V3, yang menunjukkan persaingan ketat antara perusahaan-perusahaan teknologi di China. Namun, ada kekhawatiran mengenai keamanan data dan privasi yang mungkin muncul dari penggunaan kedua model AI ini. Isu-isu seperti kemungkinan pencurian kekayaan intelektual dan keakuratan statistik kinerja juga menjadi perhatian, terutama terkait dengan pelatihan model AI yang mungkin tidak sepenuhnya dilakukan dari awal.
Alibaba dan DeepSeek telah membuka babak baru dalam persaingan AI yang berfokus pada efisiensi biaya dan kecepatan pengembangan. Namun, tanpa transparansi penuh mengenai data dan metode pelatihan, persaingan ini juga berpotensi memicu masalah etika dan hukum yang serius di masa depan.