TLDR
Persaingan antara Huawei dan Alibaba dalam teknologi AI semakin intensif. Tuduhan penjiplakan dapat berdampak pada reputasi dan perkembangan kedua perusahaan. Pemahaman tentang hak cipta dan lisensi open source sangat penting dalam pengembangan teknologi. Huawei dan Alibaba, dua perusahaan teknologi besar China, sedang berseteru terkait model kecerdasan buatan (AI) yang diklaim saling menjiplak. Persaingan ini menjadi sorotan karena melibatkan tuduhan pelanggaran hak cipta dan inovasi teknologi.Dalam makalah yang diunggah oleh entitas bernama HonestAGI di Github, disebutkan bahwa model Pangu Pro Moe milik Huawei diduga menjiplak model Qwen 2.5 14B dari Alibaba. Disebutkan bahwa model Huawei hanya melalui proses modifikasi ulang tanpa pelatihan ulang dari awal.Huawei membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa mereka membuat inovasi sendiri dalam desain dan fitur teknis model AI mereka. Huawei juga menjelaskan bahwa mereka telah mematuhi aturan lisensi open source dalam memakai kode dari pihak ketiga.Model Pangu Pro Moe diluncurkan pada Juni 2025 untuk pengembang di China, sementara model Qwen 2.5 14B sudah dirilis lebih dulu pada Mei 2024 dan digunakan di perangkat PC serta smartphone. Namun, hingga kini Alibaba belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan ini.Kontroversi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di industri AI China, tidak hanya antara negara, tetapi juga antar perusahaan dalam negeri yang berusaha menjadi pemimpin teknologi di pasar global.