Fenomena Matahari di Atas Ka'bah dan Cara Tepat Menentukan Arah Kiblat
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
07 Jul 2025
50 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Fenomena Matahari melintas di atas Ka'bah dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat.
BMKG memberikan informasi penting mengenai fenomena ini dan waktu-waktu yang relevan.
Penggunaan alat yang tepat dan pemahaman lokasi yang baik sangat penting dalam menentukan arah kiblat.
Fenomena unik terjadi ketika Matahari melintas tepat di atas Ka'bah, yang bisa dimanfaatkan oleh umat Muslim untuk menentukan arah kiblat dengan lebih akurat. BMKG telah mengumumkan bahwa peristiwa ini akan terjadi lagi pada pertengahan Juli 2025 di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
Pada 14 hingga 18 Juli 2025 fenomena ini bisa diamati dengan puncak terjadi pada tanggal 16 Juli pukul 16:27 WIB. Sebelumnya fenomena serupa sudah terjadi di akhir Mei 2025. Indonesia bagian timur memiliki waktu khusus untuk memanfaatkan fenomena ini pada Januari dan November 2026.
BMKG menyarankan cara praktis untuk mengetahui arah kiblat yaitu dengan menggunakan alat sederhana seperti tongkat yang berdiri tegak lurus di atas permukaan tanah yang rata dan terkena sinar Matahari. Saat muncul bayangan tongkat, pengguna bisa menarik garis lurus dari bayangan itu sebagai penanda kiblat.
Selain penggunaan alat sederhana, penting juga agar waktu yang digunakan dalam pengukuran sesuai dengan jam atom BMKG yang bisa diakses melalui internet. Hal ini bertujuan agar pengukuran lebih tepat dan sesuai waktu fenomena Matahari melintas di atas Ka'bah.
Fenomena ini sangat bermanfaat untuk umat Muslim, terutama yang ingin memastikan arah kiblat di lokasi mereka tanpa alat canggih. Dengan metode sederhana namun tepat, umat bisa melakukan ibadah dengan keyakinan arah yang benar.
Analisis Ahli
Dr. Ahmad Fauzi, Ahli Astronomi Islam
Fenomena Matahari di atas Ka'bah adalah bukti integrasi astronomi dalam praktik keagamaan yang sangat bermanfaat, terutama untuk memberikan petunjuk kiblat yang tidak bergantung pada perangkat digital yang rentan kesalahan.Prof. Siti Rahmawati, Meteorolog BMKG
Informasi BMKG mengenai waktu fenomena ini sangat presisi dan penting untuk masyarakat agar dapat menggunakan metode ini dengan tepat dan benar tanpa ragu.


