Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Tegaskan Isu Gerhana Matahari Total 2025 yang Bikin Bumi Gelap Adalah Hoax

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
01 Agt 2025
54 dibaca
2 menit
BMKG Tegaskan Isu Gerhana Matahari Total 2025 yang Bikin Bumi Gelap Adalah Hoax

Rangkuman 15 Detik

BMKG mengklarifikasi bahwa Gerhana Matahari Total tidak akan terjadi pada 2 Agustus 2025.
Informasi tentang gerhana yang beredar di masyarakat sering kali tidak akurat dan perlu diverifikasi.
Gerhana Matahari Total hanya akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dan tidak akan melewati wilayah Indonesia.
BMKG memberikan klarifikasi mengenai isu yang beredar seputar Gerhana Matahari Total pada tanggal 2 Agustus 2025 yang dikabarkan bisa membuat Bumi menjadi gelap selama 6 menit. Ini menjadi perhatian banyak orang hingga viral di media sosial. Menurut BMKG, Gerhana Matahari terjadi saat posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus ketika fase bulan baru, tetapi fase bulan baru pada Agustus 2025 adalah tanggal 23, sehingga gerhana Matahari tidak terjadi saat itu di Indonesia maupun di dunia. BMKG juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, hanya ada empat peristiwa gerhana yang dapat diamati, yaitu dua gerhana Bulan Total dan dua gerhana Matahari Sebagian, dengan beberapa di antaranya tidak terlihat dari Indonesia. Informasi resmi dari NASA menyatakan bahwa Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada 2 Agustus adalah pada tahun 2027, bukan 2025, dan jalur totalitasnya tidak melewati wilayah Indonesia melainkan melintasi negara-negara di Afrika dan Timur Tengah. Oleh karena itu, BMKG menegaskan bahwa kabar mengenai Bumi menjadi gelap gulita selama 6 menit pada 2 Agustus 2025 akibat gerhana adalah salah dan termasuk hoax, serta mengingatkan bahwa fenomena gerhana hanya menyebabkan gelap di wilayah tertentu yang berada di bayang umbra Bulan.

Analisis Ahli

Dr. Rina Suryani (Ahli Astronomi Indonesia)
Informasi yang salah tentang gerhana dapat menyebabkan ketidaktahuan dan kecemasan yang tidak perlu. Klarifikasi dari BMKG sangat membantu menjaga fakta ilmiah agar masyarakat mendapat informasi yang akurat.