AI summary
Kesalahan sistem pada bursa kripto dapat menyebabkan kerugian yang signifikan dan konflik hukum. Pengadilan dapat memutuskan berdasarkan fakta bahwa kesalahan berasal dari faktor eksternal dan bukan dari pihak bursa. Pentingnya memahami aspek hukum dalam perdagangan kripto, terutama terkait pengembalian dana dan pengayaan tidak sah. Pada tahun 2018, Coinone, sebuah bursa kripto di Korea Selatan, mengalami kesalahan teknis yang menyebabkan pengguna dapat menarik Bitcoin dua kali karena masalah sistem. Hal ini terjadi karena jaringan Bitcoin yang padat dan lambat mengonfirmasi transaksi membuat sistem Coinone salah mengira transaksi gagal dan mengembalikan saldo pengguna lebih dulu.Akibat masalah tersebut, pengguna mengambil keuntungan dengan menarik Bitcoin yang sama dua kali. Coinone kemudian menggugat para pengguna ini untuk memulihkan dana mereka, mengklaim bahwa pengguna mendapat keuntungan tidak adil dari kesalahan teknis.Pengadilan tingkat pertama memutuskan bahwa Coinone bersalah atas masalah teknis tersebut dan hanya harus membayar sebagian kerugian. Namun, pada proses banding, pengadilan memutuskan bahwa delay pada jaringan Bitcoin adalah faktor eksternal, sehingga Coinone tidak bertanggung jawab atas kehilangan dana dan pengguna harus mengembalikan Bitcoin yang ditarik dua kali.Masalah keterlambatan konfirmasi transaksi ini terjadi di tengah kemacetan besar pada jaringan Bitcoin yang memicu biaya transaksi melejit hingga rekor tertinggi $55 serta jumlah transaksi yang menumpuk hingga sekitar 250 ribu.Selain kasus ini, Coinone juga pernah menghadapi kontroversi lain, seperti pada 2023 saat mantan karyawan mengaku menerima suap agar mencatatkan token tertentu di bursa mereka.
Kasus ini menunjukkan bahwa sistem pertukaran kripto harus lebih tanggap terhadap kondisi jaringan blockchain agar tidak merugikan satu pihak. Pengadilan telah mengambil sikap tegas agar tidak ada celah penyalahgunaan teknologi karena kelemahan sistem internal platform.