TLDR
Meta berusaha keras untuk merekrut peneliti AI terkemuka dari OpenAI. Trapit Bansal diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Meta dalam pengembangan model penalaran AI. Zuckerberg menawarkan kompensasi yang besar untuk menarik talenta terbaik di industri teknologi. Meta sedang melakukan perekrutan besar untuk membangun tim AI superinteligensi yang mampu bersaing dengan perusahaan terkemuka lainnya di bidang kecerdasan buatan. Salah satu langkah penting adalah merekrut Trapit Bansal, seorang peneliti AI berpengaruh dari OpenAI, yang merupakan kontributor utama dalam pengembangan model reasoning AI pertama mereka.Trapit Bansal bergabung ke Meta setelah meninggalkan OpenAI pada Juni 2023. Dengan pengalaman luasnya di reinforcement learning dan pengembangan model reasoning, Bansal diyakini akan memberikan kontribusi besar untuk pengembangan teknologi AI Meta yang sedang dikembangkan, terutama karena saat ini Meta belum memiliki model reasoning AI yang dipublikasikan secara umum.Mark Zuckerberg memimpin usaha ini dengan menawarkan paket kompensasi yang sangat besar hingga $100 juta untuk menarik talenta AI terbaik. Selain Bansal, beberapa peneliti dari OpenAI dan DeepMind juga telah bergabung dengan tim AI superinteligensi Meta, bertujuan untuk mempercepat perkembangan teknologi AI internal perusahaan.Meskipun Meta telah berusaha mengakuisisi beberapa startup riset AI penting, seperti Safe Superintelligence dan Thinking Machines Labs, negosiasi tersebut belum mencapai kesepakatan akhir. Di sisi lain, OpenAI berencana untuk merilis model reasoning AI terbuka dalam waktu dekat, yang dapat menjadi tantangan tambahan bagi upaya Meta dalam perang teknologi AI.Dengan tim baru yang kuat dan misi jelas untuk mengembangkan agen AI bisnis, Meta berharap dapat melaju di garis depan pengembangan AI, bersaing dengan perusahaan seperti OpenAI dan Google DeepMind dalam hal teknologi reasoning AI yang canggih serta aplikasinya ke produk-produk masa depan.