Meta Tunjuk Shengjia Zhao Pimpin Lab AI Baru Demi Saingi OpenAI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
26 Jul 2025
283 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Meta Superintelligence Labs dibentuk untuk bersaing dalam pengembangan AI terdepan.
Shengjia Zhao, seorang peneliti AI terkemuka, diangkat sebagai Chief Scientist untuk memimpin penelitian.
Meta berinvestasi besar dalam infrastruktur komputasi awan untuk mendukung pengembangan model-model AI yang kompleks.
Meta baru-baru ini mengumumkan pembentukan sebuah unit kecerdasan buatan baru bernama Meta Superintelligence Labs (MSL) dengan tujuan mengembangkan teknologi AI mutakhir. Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa mantan peneliti OpenAI, Shengjia Zhao, akan memimpin riset ini sebagai Chief Scientist setelah berperan besar dalam pencapaian AI seperti ChatGPT dan GPT-4.
MSL sebagai unit baru di Meta dirancang untuk fokus pada pengembangan model AI yang mampu pemecahan masalah dan reasoning tingkat lanjut, seperti model o1 yang sebelumnya dikembangkan oleh Zhao di OpenAI. Meta saat ini belum memiliki model pesaing langsung terhadap o1, sehingga riset Zhao sangat penting.
Selain Zhao, Meta juga merekrut sejumlah peneliti berbakat dari berbagai perusahaan besar seperti OpenAI, Google DeepMind, Apple, dan Anthropic. Pendanaan dan sumber daya komputasi juga dipersiapkan dalam skala besar, termasuk pusat komputasi Prometheus di Ohio yang memiliki kapasitas energi hingga 1 gigawatt.
Mark Zuckerberg mengambil langkah besar dalam persaingan AI dengan mengirim undangan personal ke para peneliti top dan menawarkan kompensasi yang sangat kompetitif, beberapa dalam bentuk penawaran eksplosif yang harus diterima dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan keseriusan Meta dalam memperkuat keunggulan riset AI.
MSL kini memiliki struktur kepemimpinan yang kuat dengan Alexandre Wang sebagai CEO lab dan Shengjia Zhao sebagai Chief Scientist, melengkapi Yann LeCun yang memimpin unit riset jangka panjang Meta FAIR. Sinergi ketiga unit ini diharapkan dapat membuat Meta menjadi rival utama OpenAI dan Google dalam bidang kecerdasan buatan.
Analisis Ahli
Yann LeCun
Dengan kepemimpinan yang terdiri dari tokoh riset seperti Shengjia Zhao dan Yann LeCun, Meta akan dapat menjaga keseimbangan antara penelitian jangka panjang dan pengembangan teknologi AI yang siap pakai dalam waktu singkat.
