Laba-laba Laut Unik yang Memakan Bakteri Metana di Kedalaman Samudra
Sains
Iklim dan Lingkungan
18 Jun 2025
75 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Spesies laba-laba laut baru memiliki strategi unik dalam mendapatkan makanan dengan menggembala bakteri.
Keberadaan laba-laba laut ini dapat berkontribusi pada pengendalian emisi metana di atmosfer.
Pentingnya memahami biodiversitas dan ekosistem di kedalaman laut untuk keberlanjutan lingkungan.
Para ilmuwan menemukan tiga spesies baru laba-laba laut yang hidup di dasar laut pesisir barat Amerika Serikat, tepatnya di daerah semburan metana. Laba-laba kecil ini tidak berburu mangsa seperti laba-laba lain, melainkan memanfaatkan bakteri yang hidup di tubuh mereka sebagai sumber makanan.
Bakteri ini mengubah gas metana yang keluar dari seafloor menjadi gula dan lemak yang bisa dimakan oleh laba-laba. Mereka hidup dalam hubungan simbiotik unik, di mana laba-laba menyediakan tempat bagi bakteri, dan bakteri menyediakan nutrisi.
Hidup di kedalaman laut yang gelap tanpa sinar matahari, laba-laba dan bakteri ini menjadi bagian penting dari ekosistem khusus yang mengandalkan energi kimia—bukan cahaya matahari. Studi ini juga menyebutkan bahwa hubungan ini berpotensi membantu menahan emisi gas rumah kaca metana.
Reproduksi laba-laba ini juga sangat unik. Betina mengeluarkan telur dari lututnya, kemudian pejantan mengumpulkannya dan membawanya dalam kantong di kaki mereka. Bakteri yang menempel pada pejantan kemudian diwariskan kepada anak-anak laba-laba, memberikan mereka sumber makanan dari awal.
Penemuan ini membantu kita memahami lebih dalam tentang keanekaragaman hayati laut dalam yang sangat lokal dan rapuh. Studi ini juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan laut agar tidak rusak akibat aktivitas manusia seperti pertambangan dasar laut.



