Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mikroba Hidup Tanpa Matahari: Energi Terjadi dari Patahan Batu Bumi

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (8mo ago) climate-and-environment (8mo ago)
19 Jul 2025
219 dibaca
2 menit
Mikroba Hidup Tanpa Matahari: Energi Terjadi dari Patahan Batu Bumi

Rangkuman 15 Detik

Mikroba di bawah tanah dapat bertahan hidup tanpa sinar matahari dengan memanfaatkan reaksi kimia dari fraktur batu.
Penelitian ini membuka kemungkinan bahwa kehidupan dapat ada di planet lain dengan kondisi geologis yang serupa.
Reaksi redoks yang terjadi di bawah tanah dapat mendukung keberagaman mikroba dan kelangsungan hidup biosfer bawah tanah.
Selama ini, kita mempercayai bahwa kehidupan di Bumi bergantung pada sinar matahari sebagai sumber energi utama. Namun, sebuah studi baru dari peneliti di Guangzhou Institut Geokimia di China menemukan bahwa ada cara lain bagi mikroorganisme hidup di kedalaman bumi mendapatkan energi tanpa cahaya matahari. Mereka menemukan bahwa patahan kerak bumi yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik menghasilkan kondisi kimia khusus yang bisa mendukung kehidupan ini. Pada dasarnya, patahan kerak ini menyebabkan batuan retak dan melepaskan molekul reaktif bernama radikal bebas. Radikal bebas ini kemudian bereaksi dengan air membentuk gas hidrogen dan senyawa oksidan seperti hidrogen peroksida. Kedua zat ini sangat penting untuk menyediakan energi kimia yang dibutuhkan organisme di bawah tanah untuk bertahan hidup dalam kegelapan total. Lebih mengejutkan lagi, jumlah hidrogen yang dihasilkan selama proses ini sangat besar, mencapai sampai 100.000 kali lipat dibandingkan dengan proses alami lain yang dikenal sebelumnya, seperti serpentinasi atau reaksi dengan radiasi alam. Selain itu, proses ini juga memicu siklus redoks besi yang membantu mempertahankan reaksi kimia penting lain, seperti siklus karbon dan nitrogen, yang mendukung ekosistem mikroba di dalam bumi. Penemuan ini mengubah cara kita memandang keanekaragaman hayati di dalam biosfer bumi yang sangat dalam, dan membuka kemungkinan bahwa bentuk kehidupan lain bisa ada di planet atau bulan lain yang tidak mendapat sinar matahari, seperti Mars atau Europa. Meski demikian, temuan ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut di lingkungan alami patahan bumi di bawah tanah untuk memastikan keefektifan dan frekuensi reaksi ini. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa aktivitas geologi dapat menjadi sumber energi yang berkelanjutan untuk kehidupan, bahkan tanpa keterlibatan sinar matahari. Ini memberikan harapan baru dalam pencarian kehidupan di luar bumi sekaligus memperdalam pemahaman kita tentang ekosistem tersembunyi di planet kita sendiri.

Analisis Ahli

Lynn Rothschild (Ahli Astrobiologi NASA)
Penemuan ini memberi arah baru dalam pencarian kehidupan luar angkasa dengan menekankan peran geologi aktif dalam menyediakan energi bagi mikroorganisme, yang sangat relevan untuk eksplorasi planet seperti Mars.