Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ekspedisi Laut Dalam Temukan Koloni Makhluk Hidup Terdalam Tanpa Cahaya Matahari

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
31 Jul 2025
262 dibaca
1 menit
Ekspedisi Laut Dalam Temukan Koloni Makhluk Hidup Terdalam Tanpa Cahaya Matahari

Rangkuman 15 Detik

Koloni hewan yang ditemukan hidup di kedalaman ekstrem tanpa cahaya matahari.
Mereka mendapatkan energi dari senyawa kimia yang bocor dari patahan di kerak bumi.
Penemuan ini membuka kemungkinan bahwa komunitas chemosynthesis mungkin lebih luas dari yang diperkirakan.
Ekspedisi laut dalam yang dipimpin oleh China berhasil menemukan komunitas hidup yang sangat dalam di dasar Samudra Pasifik Utara, lebih dari 9.500 meter. Ini adalah habitat hidup terdalam yang pernah ditemukan di bumi, di mana tekanan dan kegelapan sangat ekstrim. Makhluk hidup yang ditemukan, seperti cacing tabung dan moluska, tidak menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi. Mereka mendapatkan energi dari zat kimia yang keluar dari retakan di batu dasar laut, seperti hidrogen sulfida dan metana. Metana yang menjadi sumber energi ini dihasilkan oleh mikroorganisme dari bahan organik di sedimen dasar laut. Proses tersebut disebut kemosintesis, yang berbeda dengan fotosintesis yang memerlukan cahaya matahari. Penemuan ini menunjukkan bahwa komunitas hidup berdasarkan kemosintesis mungkin lebih tersebar luas di dasar laut dalam yang sebelumnya tidak disangka. Ini membuka wawasan baru tentang cara kehidupan dapat bertahan di lingkungan ekstrem. Hasil penelitian ini penting untuk memahami batas kehidupan di bumi dan bagaimana siklus karbon berlangsung di laut dalam. Para ilmuwan dari beberapa negara bergabung untuk menyelidiki fenomena ini dan melaporkannya di jurnal ilmiah terkenal, Nature.

Analisis Ahli

Dr. Sylvia Earle (Oseanografer)
Penemuan komunitas kemosintesis terbesar ini menegaskan betapa sedikitnya kita tahu tentang laut dalam dan pentingnya eksplorasi berkelanjutan untuk mengungkap rahasia ekosistem yang sangat vital ini.
Prof. Paul Falkowski (Ahli Biogeokimia)
Koloni ini memberikan bukti nyata bahwa kehidupan di laut terdalam memainkan peran penting dalam siklus karbon dan harus diperhitungkan dalam model ekologis dan klimatologi.