Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Trump Perpanjang Deadline TikTok, Sengketa Keamanan dan Hukum Meningkat

Teknologi
Keamanan Siber
TheVerge TheVerge
18 Jun 2025
237 dibaca
2 menit
Trump Perpanjang Deadline TikTok, Sengketa Keamanan dan Hukum Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Perpanjangan batas waktu TikTok oleh Trump mengundang kritik dari berbagai pihak.
ByteDance menghadapi tantangan besar dalam menjual TikTok dan algoritmanya.
Perusahaan teknologi AS menghadapi risiko hukum yang signifikan terkait dengan keberadaan TikTok di pasar.
Presiden Donald Trump kembali memperpanjang waktu bagi TikTok untuk melepas kepemilikan dari perusahaan induk China, ByteDance. Keputusan ini dilakukan untuk memberikan waktu tambahan dalam menyelesaikan kesepakatan yang akan memastikan data pengguna Amerika tersimpan dengan aman. Perpanjangan ini sudah dilakukan tiga kali, dan batas waktu terbaru yang diberikan adalah sampai pertengahan September. Namun, perpanjangan ini menimbulkan kontroversi karena tidak didukung langsung oleh undang-undang yang baru, yang sudah disahkan oleh Kongres AS. Kesepakatan awal dengan Oracle dan beberapa mitra lain pun gagal tercapai karena adanya ketegangan dagang antara AS dan China yang meningkat, termasuk adanya penetapan tarif yang menghalangi proses tersebut. Beberapa anggota Kongres dari kedua partai menilai perpanjangan ini tidak sah dan berpotensi melanggar hukum, karena pelaksanaannya di luar mekanisme yang sudah diatur. Mereka juga mengingatkan risiko hukum yang harus ditanggung oleh perusahaan seperti Apple dan Google jika tetap menyediakan TikTok kepada pengguna AS. Meskipun demikian, belum ada gugatan hukum yang menghentikan perpanjangan tersebut. Sementara itu, ada tekanan dari beberapa anggota partai Republik agar pemerintah segera menerapkan larangan penuh tanpa perpanjangan, dan menuntut agar tidak ada akses data pengguna Amerika oleh pemerintah China.