Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ponsel 5G Tembus Pasar Indonesia, Harga Turun Namun Permintaan Masih Ragu

Teknologi
Gadgets dan Wearable
News Publisher
10 Mei 2025
233 dibaca
1 menit
Ponsel 5G Tembus Pasar Indonesia, Harga Turun Namun Permintaan Masih Ragu

AI summary

Ponsel 5G menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia dengan harga yang semakin terjangkau.
Samsung dan Oppo menjadi pemimpin dalam penjualan ponsel 5G di Indonesia.
Pasar smartphone Indonesia masih dalam tahap pemulihan meskipun mengalami pertumbuhan.
Tahun 2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan ponsel 5G di Indonesia. Pangsa pasar ponsel 5G naik dari 17,1% di 2023 menjadi 25,8%, yang menunjukkan masyarakat semakin beralih dari teknologi 4G ke 5G.Salah satu faktor utama pendorong peningkatan ini adalah peluncuran berbagai model ponsel 5G terbaru yang dijual dengan harga lebih terjangkau. Harga jual rata-rata ponsel 5G turun sebanyak 20,4%, menjadi sekitar Rp 7,2 juta, membuat teknologi 5G dapat diakses lebih luas.Samsung memimpin pangsa pasar ponsel 5G di Indonesia, diikuti oleh Oppo. Selain itu, lima merek teratas pasar ponsel di Indonesia pada tahun 2024 adalah Transsion, Oppo, Samsung, Xiaomi, dan Vivo.Meskipun ada pertumbuhan sebesar 15,5% pasar smartphone Indonesia tahun ke tahun, dan 9,6% untuk kuartal IV 2024, pasar smartphone secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih. Hal ini dikarenakan konsumen masih merasa khawatir terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi global.Vanessa Aurelia dari IDC Indonesia menilai, meskipun pemulihan sudah terjadi, pertumbuhan pada tahun 2025 akan lebih lambat, di kisaran satu digit, karena faktor kekhawatiran konsumen masih menghambat permintaan pasar secara keseluruhan.

Experts Analysis

Vanessa Aurelia
Pasar smartphone memang menunjukkan tanda pemulihan di 2024 namun belum sepenuhnya pulih karena ketidakpastian politik dan ekonomi global yang masih membayangi permintaan konsumen.
Editorial Note
Penurunan harga ponsel 5G yang signifikan menjadi kunci utama adopsi teknologi baru ini di Indonesia sehingga mempercepat peralihan dari 4G. Namun, faktor eksternal seperti kondisi politik dan ekonomi global masih menjadi batu sandungan besar yang membuat pasar belum bisa pulih secara optimal meskipun teknologi sudah mulai mainstream.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.