TLDR
AI dapat mempercepat pencarian alternatif untuk semen dalam beton. Material seperti keramik dapat digunakan untuk menggantikan semen dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Kolaborasi antara perusahaan dan lembaga penelitian sangat penting untuk mencapai solusi yang lebih berkelanjutan. Semen adalah bahan penting dalam beton yang bertindak sebagai perekat yang mengeras saat bersentuhan dengan air. Tapi produksi semen menghasilkan emisi karbon besar dan biaya tinggi, sehingga banyak perusahaan mencari bahan alternatif yang bisa mengurangi dampak tersebut.Para peneliti dari Olivetti Group dan MIT menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari bahan pengganti semen dengan lebih cepat dan efisien. AI ini dapat menganalisa ribuan data dan literatur ilmiah dalam waktu singkat untuk menemukan kandidat terbaik.Bahan alternatif yang dicari harus memiliki sifat reaktif dengan air seperti semen asli dan juga harus mampu bereaksi dengan kalsium hidroksida agar beton menjadi semakin kuat seiring waktu. Keramik bekas seperti batu bata dan ubin terlihat menjanjikan sebagai bahan pengganti.Keuntungan menggunakan bahan seperti keramik adalah ketersediaannya yang melimpah dan proses penggilingannya yang mudah, sehingga bisa mengurangi biaya dan emisi tanpa perlu proses rumit. Studi ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menemukan lebih banyak bahan baru.Penelitian ini penting karena beton menjadi tulang punggung konstruksi bangunan di seluruh dunia. Dengan AI, proses menemukan bahan beton yang lebih ramah lingkungan bisa dipercepat, mendukung upaya pembangunan lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan kekuatan dan keamanan.