Beton Ramah Lingkungan dan Kuat Berbasis Alga untuk Masa Depan Hijau
Sains
Iklim dan Lingkungan
10 Jul 2025
133 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Inovasi dalam campuran beton dapat mengurangi emisi karbon dioksida secara signifikan.
Desain geometris yang terinspirasi dari alam dapat meningkatkan kekuatan dan efisiensi material bangunan.
Penggunaan diatomaceous earth menunjukkan potensi dalam menciptakan beton yang ramah lingkungan dan mendukung restorasi terumbu karang.
Beton merupakan bahan utama dalam pembangunan dunia modern, namun juga menjadi penyumbang besar emisi karbon dioksida yang memicu krisis iklim global. Produksi semen dalam beton menghasilkan banyak CO₂ yang berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, para peneliti mencari cara untuk membuat beton yang lebih ramah lingkungan dan efektif menyerap karbon.
Tim dari Universitas Pennsylvania menemukan bahwa menggabungkan bahan alami seperti diatomaceous earth dari alga fosil ke dalam campuran beton, serta mendesain struktur internal beton dengan geometri yang terinspirasi dari terumbu karang dan bintang laut, dapat meningkatkan penyerapan karbon hingga 142 persen dibandingkan beton biasa.
Desain ini memanfaatkan bentuk triply periodic minimal surfaces (TPMS) yang secara alami kuat dan memiliki permukaan luas, sehingga beton ini tidak hanya lebih ringan tetapi juga lebih kuat seiring waktu. Inovasi ini juga menggunakan teknologi 3D printing yang memungkinkan pencetakan lapisan beton secara digital pada bentuk yang rumit.
Keunggulan beton ini adalah menggunakan lebih sedikit material, mengurangi penggunaan semen yang menyumbang emisi CO₂, dan memiliki kemampuan menyerap karbon lebih tinggi sekaligus tetap mempertahankan kekuatan hampir setara beton tradisional. Beton ini juga potensial digunakan untuk proyek restorasi ekosistem laut seperti terumbu karang buatan.
Penelitian ini membuka kemungkinan baru dalam pembuatan bahan konstruksi yang tidak hanya berfungsi sebagai struktur bangunan, tetapi juga sebagai alat untuk melawan perubahan iklim dan membantu memperbaiki lingkungan. Langkah selanjutnya termasuk pengujian skala besar dan eksplorasi penggunaan bahan pengikat alternatif agar beton semakin ramah lingkungan.
Analisis Ahli
Shu Yang
Menganggap beton sebagai material dinamis yang berinteraksi dengan lingkungan membuka peluang revolusioner dalam pengembangan bahan konstruksi hijau.Masoud Akbarzadeh
Teknik rekayasa geometri dan penguatan internal memungkinkan beton menjadi kuat namun ringan, mendukung pembangunan berkelanjutan dalam skala besar.

