Erupsi Hebat Gunung Etna Mengancam Wisatawan dan Penerbangan di Italia
Sains
Iklim dan Lingkungan
02 Jun 2025
160 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Gunung Etna kembali meletus dengan aktivitas yang signifikan.
Pentingnya pemantauan dan peringatan dini oleh lembaga seperti INGV dan VAAC.
Evakuasi masyarakat diperlukan untuk keselamatan saat terjadi erupsi.
Gunung Etna, gunung berapi paling aktif di Eropa, meletus pada tanggal 2 Juni. Erupsi ini menyebabkan awan abu vulkanik yang tinggi dan lava mengalir di lereng gunung. Aktivitas vulkanik mulai dengan ledakan moderat yang memuntahkan fragmen lava bercahaya ke udara.
Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia melaporkan bahwa ledakan berasal dari Kawah Tenggara dan aktivitasnya semakin kuat selama malam. Gempa kecil mulai terdeteksi sekitar pukul 10 malam, mencapai puncaknya tepat sebelum pukul 1 pagi.
Lava mengalir ke lereng gunung tanpa menyebabkan kerusakan bangunan di sekitar. Abu vulkanik mulai jatuh di area yang sering dikunjungi oleh pendaki dan wisatawan, namun tidak ada korban luka yang tercatat sejauh ini.
Pusat Peringatan Abu Vulkanik di Toulouse mengeluarkan peringatan kode merah untuk penerbangan karena abu vulkanik berbahaya bagi pesawat. Para wisatawan terlihat bergegas meninggalkan lereng gunung saat abu mulai membumbung tinggi di udara.
Otoritas setempat menghimbau agar masyarakat menjauhi daerah terdampak dan tetap waspada terhadap aktivitas vulkanik yang berlanjut. Meski demikian, bandara dan kota-kota di sekitar masih belum ditutup, dengan pelayanan darurat dan pemantauan terus dilakukan.


