Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Memahami Erupsi Gunung Api Diam: Model Baru untuk Prediksi Bahaya Tersembunyi

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
10 Jun 2025
152 dibaca
2 menit
Memahami Erupsi Gunung Api Diam: Model Baru untuk Prediksi Bahaya Tersembunyi

Rangkuman 15 Detik

Gunung berapi senyap dapat meletus tanpa tanda peringatan, meningkatkan risiko bagi penduduk sekitar.
Model baru yang dikembangkan oleh Dr. Yuyu Li dapat membantu memahami dan memprediksi perilaku gunung berapi senyap.
Pemantauan canggih diperlukan untuk mengurangi dampak dari letusan yang tidak terduga.
Gunung berapi biasanya memberikan tanda sebelum meletus, seperti gempa dan perubahan bentuk tanah, yang membantu orang di sekitarnya mengungsi lebih awal. Namun, ada jenis gunung berapi yang meletus tanpa tanda-tanda tersebut, yang disebut gunung berapi stealthy. Ini membuat erupsi mereka sulit diprediksi dan berbahaya bagi masyarakat sekitar. Dr. Yuyu Li dan timnya dari University of Illinois mengembangkan model baru untuk menjelaskan dan memprediksi erupsi gunung berapi stealthy. Mereka meneliti gunung berapi Veniaminof di Alaska, yang meskipun dipantau ketat, sering meletus tanpa peringatan jelas. Erupsi terakhir bahkan baru terdeteksi setelah berlangsung selama tiga hari. Model yang dikembangkan mempelajari kondisi magma di ruang magma seperti volume, aliran, dan suhu batuan sekitar. Temuan penting adalah erupsi stealthy cenderung terjadi ketika suplai magma rendah dan ruang magma relatif kecil, namun batuan di sekitarnya hangat sehingga menekan sinyal gempa dan deformasi tanah. Selain itu, suhu batuan hangat membuat aktivitas magma sulit terlihat melalui alat pemantauan biasa. Oleh karena itu, meskipun gunung berapi seperti Veniaminof aktif, tanda-tanda peringatan tradisional kurang terlihat, meningkatkan risiko erupsi mendadak tanpa peringatan. Untuk mengatasi ini, Dr. Li menyarankan penggunaan alat pemantauan yang lebih canggih dan teknologi baru seperti borehole tiltmeters, fiber optic sensing, serta machine learning untuk mendeteksi perubahan kecil. Dengan menggabungkan model dan pengamatan real-time, ilmuwan bisa meningkatkan kemampuan memprediksi erupsi stealthy.