Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penelitian Fosil Dinosaurus Ungkap Rahasia Kanker dan Potensi Terapi Baru

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (9mo ago) health-and-medicine (9mo ago)
30 Mei 2025
290 dibaca
2 menit
Penelitian Fosil Dinosaurus Ungkap Rahasia Kanker dan Potensi Terapi Baru

Rangkuman 15 Detik

Penelitian fosil dinosaurus dapat memberikan wawasan baru tentang kanker dan penyakit kuno lainnya.
Metode paleoproteomik memungkinkan penemuan struktur sel yang sebelumnya tidak dapat dianalisis.
Konservasi fosil sangat penting untuk penelitian masa depan dalam bidang onkologi dan paleontologi.
Para ilmuwan dari Anglia Ruskin University dan Imperial College London meneliti fosil dinosaurus Telmatosaurus transsylvanicus yang berumur sekitar 66-70 juta tahun. Fosil ini menarik perhatian karena terdapat tumor jinak di rahang dinosaurus tersebut yang disebut ameloblastoma, tumor yang juga muncul pada manusia. Penemuan ini memicu rasa ingin tahu tentang apakah terdapat kesamaan molekuler antara kanker kuno dan kanker modern. Menggunakan teknik paleoproteomik dan mikroskop elektron pemindai beresolusi tinggi, para peneliti berhasil menemukan struktur yang menyerupai sel darah merah di dalam fosil. Ini merupakan temuan penting karena biasanya fosil hanya digunakan untuk mempelajari struktur keras seperti tulang, tapi kali ini mereka juga berhasil mengamati jaringan lunak dan sel kanker yang terawetkan. Studi ini menunjukkan bahwa protein dalam fosil lebih tahan lama dibanding DNA, yang biasanya rusak karena pengaruh waktu dan lingkungan. Karena itu, protein menjadi kunci untuk mempelajari penyakit purbakala, termasuk kanker, yang mungkin bisa membantu kita memahami bagaimana kanker berkembang seiring waktu dan pengaruh lingkungan terhadapnya. Penelitian ini memberikan harapan untuk membuka bab baru dalam riset kanker dengan membandingkan data molekuler kanker dari masa lalu dan masa kini. Selain itu, temuan ini juga menekankan pentingnya konservasi fosil jangka panjang agar specimen fosil bisa terus digunakan untuk penelitian molekuler di masa depan. Meskipun idenya mirip dengan konsep fiksi seperti Jurassic Park, peneliti menegaskan bahwa mendapatkan DNA dinosaurus tidak mungkin. Namun, keberadaan protein dan struktur sel masih memungkinkan untuk belajar banyak tentang penyakit masa lalu dan mungkin membuka jalan untuk inovasi pengobatan kanker modern.