Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Protein Kuno Dari Fosil Badak Ungkap Evolusi 23 Juta Tahun Lalu

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
09 Jul 2025
1078 dibaca
1 menit
Protein Kuno Dari Fosil Badak Ungkap Evolusi 23 Juta Tahun Lalu

TLDR

Penemuan protein purba membuka cakrawala baru dalam memahami evolusi spesies.
Epiaceratherium itjilik menunjukkan hubungan yang lebih kompleks dalam keluarga rhino.
Penelitian protein menawarkan potensi untuk mengeksplorasi sejarah biologi dari waktu yang lebih jauh.
Para peneliti berhasil menyekuens protein dari fosil kerabat badak yang berumur 23 juta tahun. Ini merupakan protein tertua yang berhasil ditemukan dengan metode modern dan memberikan wawasan baru tentang evolusi massal mamalia besar.Berbeda dengan DNA yang cepat terdegradasi, protein ternyata lebih tahan lama dan dapat bertahan di lingkungan dingin seperti Arktik selama puluhan juta tahun. Penemuan ini menandai kemajuan penting dalam ilmu paleoproteomik.Protein yang ditemukan di enamel gigi fosil mengungkap posisi evolusi Epiaceratherium yang lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, menggugurkan teori lama tentang pohon evolusi badak modern.Para ahli melihat peluang besar untuk mengkaji fosil yang lebih tua lagi dengan protein, yang mungkin memberikan informasi tentang hewan purba seperti dinosaurus dan dapat membantu mengungkap informasi tentang jenis kelamin dan pola makan.Penelitian ini membuka pintu baru bagi paleontologi molekuler, memungkinkan para ilmuwan menjawab pertanyaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengenai sejarah evolusi kehidupan di bumi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.