Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

NVIDIA dan AMD Siapkan GPU AI Khusus untuk Pasar China Hadapi Aturan Ekspor AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (9mo ago) artificial-intelligence (9mo ago)
29 Mei 2025
11 dibaca
2 menit
NVIDIA dan AMD Siapkan GPU AI Khusus untuk Pasar China Hadapi Aturan Ekspor AS

Rangkuman 15 Detik

NVIDIA dan AMD beradaptasi dengan pembatasan ekspor untuk tetap memasuki pasar China.
Kedua perusahaan mengembangkan produk baru yang lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan AI.
Pembatasan lisensi memiliki dampak signifikan pada pendapatan dan strategi perusahaan semikonduktor.
Pemerintah Amerika Serikat menerapkan aturan ketat yang membatasi ekspor teknologi chip canggih ke China, terutama yang berkaitan dengan pemrosesan kecerdasan buatan (AI). Hal ini membawa tantangan besar bagi perusahaan pembuat chip seperti NVIDIA dan AMD yang biasanya menjual produk-produk AI mereka secara global, termasuk di China. Sebagai respon, NVIDIA berencana menciptakan GPU AI khusus yang lebih sederhana, yang dikenal dengan kode “B20”, agar produk ini dapat dijual secara legal di China tanpa melanggar aturan AS. Sementara itu, AMD juga ikut mengembangkan GPU workstation yang bernama Radeon AI PRO R9700 untuk memenuhi kebutuhan AI di pasar China. Harga GPU AI baru dari NVIDIA nanti akan lebih terjangkau di China, sekitar Rp 108.55 ribu ($6.500) hingga Rp 133.60 ribu ($8.000) , lebih murah dibandingkan GPU seri H20 mereka yang dijual dengan harga Rp 167.00 ribu ($10.000) sampai Rp 200.40 ribu ($12.000) . Perusahaan berharap produk ini bisa mulai dijual di China mulai Juli mendatang untuk melanjutkan bisnis mereka di wilayah tersebut. Namun, pembatasan lisensi ekspor ini telah menyebabkan kerugian signifikan bagi NVIDIA di kuartal pertama, dengan biaya yang terakumulasi mencapai Rp 75.15 triliun ($4,5 miliar) dan kehilangan pendapatan pengiriman senilai Rp 41.75 triliun ($2,5 miliar) dari produk H20 yang tidak bisa dijual ke China. Dampak ini diperkirakan akan berlanjut dan menyebabkan kerugian total Rp 133.60 triliun ($8 miliar) di kuartal kedua. Situasi ini mendorong NVIDIA dan AMD untuk mencari solusi inovatif dalam menyediakan chip AI yang mematuhi regulasi ekspor sambil tetap memenuhi kebutuhan pasar China yang sangat besar, menunjukkan bagaimana regulasi internasional dapat mempengaruhi strategi teknologi dan pasar global.