Nvidia Siapkan Chip AI Baru untuk Pasar China Hadapi Pembatasan AS
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Jun 2025
173 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia merencanakan produksi chip AI B30 untuk pasar China yang mematuhi regulasi ekspor AS.
Chip B30 memungkinkan pengguna untuk membuat kluster komputasi berkinerja tinggi.
Kontrol ekspor baru dari AS memberi dampak besar pada lini produk Nvidia, termasuk kerugian finansial.
Nvidia berencana memproduksi lebih dari satu juta unit chip AI khusus, yang diberi nama B30, untuk pasar China tahun ini. Langkah ini bertujuan untuk menjaga posisi di pasar terbesar kedua dunia meskipun ada pembatasan ekspor teknologi dari Amerika Serikat.
Chip B30 akan dirancang agar sesuai dengan regulasi ekspor AS. Selain itu, chip ini memungkinkan pengguna menghubungkan banyak unit untuk membentuk klaster komputasi dengan performa tinggi, yang sangat penting untuk aplikasi kecerdasan buatan.
Pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, sempat menyebutkan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan pengembangan chip baru untuk China. Namun, detail lengkap tentang chip ini belum diumumkan secara resmi hingga saat ini.
Menurut laporan dari Jefferies, chip baru tersebut diperkirakan menggunakan platform Blackwell yang diperkenalkan tahun lalu. Nvidia kemungkinan akan meluncurkan chip tersebut pada bulan Juli, tepat saat aturan ekspor mulai membuat tantangan baru bagi perusahaan.
Seiring dengan pembatasan ekspor AS terhadap chip H20 untuk China, Nvidia harus menanggung kerugian finansial besar sebesar Rp 91.85 triliun (US$5,5 miliar) . Hal ini menunjukkan dampak serius dari kebijakan AS terhadap bisnis teknologi global.


