Nvidia Siapkan Chip AI Khusus China Meski Ada Larangan Ekspor AS
Teknologi
Kecerdasan Buatan
10 Jul 2025
268 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Nvidia berusaha untuk tetap beroperasi di pasar China meskipun ada pembatasan dari AS.
Chip AI yang direncanakan memiliki modifikasi untuk memenuhi regulasi yang ada.
CEO Nvidia menyatakan bahwa pasar China tidak akan dimasukkan dalam proyeksi pendapatan dan laba mereka.
Nvidia ingin tetap menjual chip AI ke pasar China meskipun pemerintah AS melarang ekspor chip canggih ke negara tersebut. Mereka berencana meluncurkan chip AI yang sudah dimodifikasi khusus agar mematuhi aturan ini.
Chip baru yang diluncurkan Nvidia berbasis pada prosesor Blackwell RTX Pro 6000, tapi fitur seperti memori berkecepatan tinggi dan NVLink dihilangkan agar tidak melanggar regulasi ekspor.
CEO Nvidia, Jensen Huang, sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak akan memasukkan pasar China dalam prediksi pendapatan dan laba perusahaan untuk sementara waktu, walau hal ini mungkin berubah.
Peluncuran chip modifikasi ini menandai usaha Nvidia untuk terus melayani pasar China yang sangat besar meskipun dihadang oleh regulasi ketat dari Amerika Serikat.
Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, dan TechCrunch mencoba mendapatkan konfirmasi lebih lanjut langsung dari Nvidia terkait rencana ini.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Langkah Nvidia untuk memodifikasi teknologi mereka agar sesuai dengan regulasi ekspor mencerminkan pentingnya adaptasi dalam industri AI yang sangat cepat berubah dan geopolitik yang kompleks.Lisa Su
Memodifikasi hardware untuk mematuhi regulasi menunjukkan bahwa pasar China terlalu besar untuk diabaikan, dan Nvidia mengambil pendekatan pragmatis untuk menjaga kehadiran di sana tanpa melanggar aturan.

