Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Uni Eropa Tegur Shein Karena Diskon Palsu dan Klaim Menyesatkan

Bisnis
Marketing
marketing (10mo ago) marketing (10mo ago)
27 Mei 2025
101 dibaca
2 menit
Uni Eropa Tegur Shein Karena Diskon Palsu dan Klaim Menyesatkan

Rangkuman 15 Detik

Uni Eropa menegur Shein atas praktik bisnis yang dianggap menipu konsumen.
Shein harus segera menyesuaikan praktiknya untuk mematuhi hukum perlindungan konsumen di Uni Eropa.
Kepatuhan terhadap hukum perlindungan konsumen menjadi sangat penting bagi perusahaan besar yang beroperasi di pasar Eropa.
Uni Eropa baru-baru ini memperingatkan perusahaan fashion online Shein karena melakukan praktik penjualan yang dianggap menyalahi hukum perlindungan konsumen di wilayahnya. Pada dasarnya, Shein diduga melakukan trik seperti memberikan diskon palsu yang tidak sesuai dengan harga asli produk. Hal ini tentu membuat konsumen tertipu dan membeli barang dengan harga yang tidak seharusnya. Selain diskon palsu, Shein juga memberi label produk yang menipu. Mereka memasarkan produk seolah memiliki fitur khusus yang sebenarnya adalah standar yang diwajibkan oleh hukum. Hal ini bisa membuat pembeli berpikir mereka mendapatkan barang yang lebih istimewa daripada kenyataan yang sebenarnya. Laporan dari jaringan Perlindungan Konsumen Uni Eropa juga mengungkap bahwa klaim keberlanjutan yang diiklankan Shein tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Informasi tentang hak konsumen, seperti cara mengembalikan barang dan mendapatkan pengembalian uang, pun tidak dijelaskan dengan jelas dan lengkap. Ini jelas merugikan pembeli karena mereka tidak mengetahui hak-hak mereka secara penuh. Shein juga dinilai menyulitkan konsumen untuk menghubungi mereka karena menyembunyikan informasi kontak penting. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi konsumen bila mereka memiliki masalah atau keluhan terkait produk yang dibeli. Selain itu, Shein sudah masuk ke dalam kategori platform daring besar oleh Uni Eropa, sehingga harus menaati aturan ketat Digital Services Act yang diterapkan sejak tahun lalu. Uni Eropa memberi batas waktu satu bulan kepada Shein untuk memperbaiki semua praktik yang merugikan konsumen. Jika tidak, perusahaan bisa dikenai sanksi berupa denda hingga 6 persen dari omzet global mereka. Selain masalah di Uni Eropa, Shein juga menghadapi tantangan di Amerika Serikat terkait kenaikan tarif yang dipicu aturan baru pada impor barang dari China.