Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shein Rambah Pasar Fisik Prancis di Tengah Regulasi Ketat Fast-Fashion

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
03 Okt 2025
209 dibaca
2 menit
Shein Rambah Pasar Fisik Prancis di Tengah Regulasi Ketat Fast-Fashion

Rangkuman 15 Detik

Shein akan membuka toko fisik pertamanya di Prancis meskipun ada peraturan yang ketat.
Kritik terhadap Shein datang dari pejabat lokal dan organisasi yang peduli akan keberlanjutan.
Peraturan baru di Prancis dapat mempengaruhi operasi Shein dan perusahaan mode cepat lainnya.
Shein, toko pakaian online asal China yang terkenal dengan harga murah, akan membuka toko fisik pertamanya di Prancis pada November 2023. Toko-toko ini akan berada di dalam beberapa department store di kota Dijon, Grenoble, Reims, Limoges, dan Angers. Shein menggandeng perusahaan real estate Société des Grands Magasins untuk mewujudkan rencana ini. Sebelumnya, Shein hanya beroperasi secara online dan kadang menggunakan pop-up store di beberapa kota seperti New York. Langkah membuka toko fisik ini terjadi meski Prancis sedang membahas regulasi yang mengatur industri fast-fashion agar lebih ramah lingkungan, termasuk pajak terhadap perusahaan seperti Shein dan Temu, serta pelarangan iklan dari mereka. Selain undang-undang tersebut, Shein juga telah dikenai denda sebesar 176 juta dolar di Prancis karena melakukan pengumpulan data pengguna tanpa izin. Hal ini menunjukkan perhatian otoritas terhadap praktek bisnis Shein yang dipertanyakan. Penolakan terhadap kehadiran Shein juga datang dari Galeries Lafayette dan walikota Paris, yang menyatakan bahwa bisnis Shein bertentangan dengan nilai sosial dan ekologis yang diusung. SGM sebagai mitra Shein berencana membuka toko dalam jaringan BHV dan Galeries Lafayette meski ada perbedaan pendapat, terutama dari Galeries Lafayette yang merasa keputusan tersebut melanggar perjanjian franchise. Walikota Anne Hidalgo pun menyatakan keberatan dengan kehadiran Shein dalam toko BHV di Paris karena tidak mendukung ambisi kota untuk keberlanjutan dan perdagangan lokal yang bertanggung jawab. Rencana ini menimbulkan kontroversi yang menggambarkan ketegangan antara perusahaan fast-fashion dan negara-negara Eropa yang ingin mengatur industri demi menjaga lingkungan dan sosial. Masa depan Shein di pasar Eropa masih penuh tantangan, termasuk bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri dengan regulasi baru dan memperbaiki citra di mata konsumen.

Analisis Ahli

Ahmad Syafii, pakar ekonomi lingkungan
Kebijakan pajak dan pelarangan iklan fast-fashion di Prancis adalah contoh progresif untuk memaksa perusahaan mengambil tanggung jawab ekologis. Shein harus menyesuaikan model bisnisnya jika ingin bertahan di pasar Eropa yang semakin sadar lingkungan.