Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shein Denda Rp19 Miliar di Italia Atas Klaim Lingkungan yang Menyesatkan

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
04 Agt 2025
49 dibaca
1 menit
Shein Denda Rp19 Miliar di Italia Atas Klaim Lingkungan yang Menyesatkan

Rangkuman 15 Detik

Shein menghadapi denda besar di Eropa karena praktik greenwashing.
Klaim keberlanjutan yang dibuat oleh Shein dianggap menyesatkan oleh otoritas Italia.
Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan Shein justru meningkat, berlawanan dengan komitmen yang diumumkan.
Shein, perusahaan ecommerce asal China yang menjual produk fast-fashion, mendapat denda besar dari otoritas Italia karena klaim lingkungan yang dianggap menyesatkan konsumen. AGCM Italia menemukan bahwa Shein mempromosikan produk dengan label keberlanjutan yang berlebihan dan tidak akurat. Denda sebesar Rp 19.37 miliar (US$1,16 juta) ini adalah sanksi kedua yang diperoleh Shein di Uni Eropa setelah otoritas Prancis menjatuhkan denda 40 juta euro karena praktik serupa. Otoritas Eropa semakin memperketat pengawasan terhadap klaim bisnis terkait dampak lingkungan. Perusahaan yang mengelola website Shein di Eropa, Infinite Styles Services Co. Ltd, dinilai menipu dengan menyebutkan sistem desain sirkular dan proses daur ulang yang sebenarnya tidak sesuai kenyataan. Label 'evoluShein by design' dianggap hanya strategi pemasaran yang menyesatkan. AGCM juga mempermasalahkan target Shein dalam pengurangan emisi gas rumah kaca yang bertolak belakang dengan fakta bahwa emisi perusahaan meningkat pada 2023 dan 2024. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan komitmen lingkungan dari Shein. Kasus ini menjadi peringatan bagi perusahaan fast-fashion lain agar jujur dalam menyampaikan klaim keberlanjutan. Konsumen dan regulator semakin kritis terhadap greenwashing yang bisa merugikan konsumen dan memperburuk kerusakan lingkungan.

Analisis Ahli

Prof. Andi Wijaya, Pakar Ekonomi Lingkungan
Denda yang diterima Shein menunjukkan bahwa greenwashing bukan hanya masalah etika, tapi juga risiko bisnis besar. Konsumen sekarang semakin sadar dan regulator makin tegas, sehingga perusahaan harus serius mengadopsi praktik berkelanjutan yang nyata.