Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Huawei Luncurkan Laptop Berbasis HarmonyOS, Tantang Larangan Teknologi AS

Teknologi
Pengembangan Software
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
23 Mei 2025
4 dibaca
1 menit
Huawei Luncurkan Laptop Berbasis HarmonyOS, Tantang Larangan Teknologi AS

Rangkuman 15 Detik

Huawei terus berinovasi meskipun berada di bawah larangan AS.
Peluncuran laptop dengan HarmonyOS menunjukkan kemampuan Huawei membangun ekosistem teknologi sendiri.
Kemitraan dengan pengembang aplikasi lokal menjadi kunci dalam memperluas fungsi HarmonyOS.
Huawei sudah lama masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat yang melarang mereka mengakses teknologi dari perusahaan AS. Meski begitu, Huawei tetap bisa berkembang dengan membangun teknologi dan ekosistem sendiri. Salah satu langkah penting Huawei adalah mengembangkan sistem operasi HarmonyOS sejak 2015 untuk menggantikan ketergantungan pada sistem operasi asing. HarmonyOS kini digunakan pada lebih dari 1 miliar perangkat. Baru-baru ini, Huawei meluncurkan dua model laptop terbaru yaitu MateBook Fold yang memiliki layar lipat dan MateBook Pro yang dilengkapi keyboard fisik. Keduanya menggunakan HarmonyOS 5, sistem operasi buatan Huawei. Huawei mengembangkan ekosistem aplikasi HarmonyOS dengan lebih dari 150 aplikasi dan dukungan dari 7,2 juta pengembang aplikasi hingga akhir 2024. Ini membuat sistem operasi tersebut semakin kuat dan siap bersaing di pasar global. Meski masih merahasiakan chip yang digunakan, Huawei menyatakan harga laptop ini tinggi karena menggunakan teknologi produksi chipset baru. Peluncuran ini menegaskan komitmen Huawei untuk terus berkembang meski diblokir teknologi dari Amerika Serikat.

Analisis Ahli

Yu Chengdong
Laptop Harmony memberikan dunia pilihan baru dengan teknologi yang dikembangkan secara mandiri oleh Huawei.
Analis Teknologi Independen
Langkah Huawei ini menunjukan tren penting di industri teknologi global terkait kemandirian dan diversifikasi teknologi, sebuah langkah strategis yang bisa jadi contoh bagi perusahaan lain yang menghadapi pembatasan akses teknologi.