Huawei Percepat Transisi HarmonyOS di Tengah Sanksi Teknologi AS
Teknologi
Pengembangan Software
13 Jun 2025
152 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Huawei mengembangkan HarmonyOS sebagai tanggapan terhadap sanksi AS.
Perusahaan ini telah meningkatkan pengiriman perangkat yang menjalankan sistem operasinya.
Langkah Huawei menuju otonomi teknologi menunjukkan ambisi untuk meminimalkan ketergantungan pada teknologi asing.
Huawei telah mengirimkan lebih dari 103 juta smartphone dan 21 juta tablet yang menggunakan HarmonyOS, sistem operasi buatan sendiri, dengan hampir setengahnya dikirim pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan percepatan adopsi sistem operasi alternatif oleh Huawei.
Perusahaan asal Shenzhen ini mulai beralih ke HarmonyOS sejak 2021, setelah dibatasi oleh pemerintah AS yang melarangnya menggunakan layanan Google Android dan Microsoft Windows karena alasan keamanan nasional.
Selain smartphone dan tablet, Huawei juga meluncurkan dua laptop dengan HarmonyOS pada awal 2024, melanjutkan transformasi mereka menuju teknologi yang lebih mandiri dan tidak bergantung ke produk luar negeri.
Saat lisensi penggunaan Windows Huawei habis, perusahaan ini harus mempercepat pengembangan HarmonyOS sebagai sistem operasinya sendiri, mengingat dominasi Windows di pasar komputer dunia dan Cina.
Menurut analis Canalys, peluncuran perangkat dengan HarmonyOS ini menjadi momentum penting dalam strategi jangka panjang Huawei untuk menciptakan tumpukan perangkat keras dan perangkat lunak yang sepenuhnya mandiri.

