Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Setujui Bayar Rp20 Triliun Karena Pelanggaran Privasi Data Pengguna di Texas

Teknologi
Keamanan Siber
TheJakartaPost TheJakartaPost
10 Mei 2025
267 dibaca
2 menit
Google Setujui Bayar Rp20 Triliun Karena Pelanggaran Privasi Data Pengguna di Texas

Rangkuman 15 Detik

Google setuju membayar denda untuk menyelesaikan tuduhan pelanggaran privasi di Texas.
Tuntutan hukum melibatkan produk-produk seperti Incognito dan Location History.
Ken Paxton berkomitmen untuk menegakkan hukum terhadap perusahaan teknologi besar.
Google baru saja sepakat membayar Rp 22.96 triliun (US$1,375 miliar) kepada negara bagian Texas untuk menyelesaikan gugatan yang menuduh perusahaan melanggar privasi data pengguna. Tuduhan tersebut terkait pengumpulan data biometrik seperti wajah dan suara tanpa izin yang jelas dari pengguna. Kasus ini juga berhubungan dengan tuduhan Google yang melacak lokasi pengguna meskipun fitur untuk melacak sudah dimatikan oleh pengguna. Selain itu, pengguna merasa ditipu oleh fitur Incognito yang seharusnya memberikan browsing pribadi, tetapi ternyata tidak sepenuhnya menjamin privasi. Texas Attorney General Ken Paxton mengatakan bahwa ini adalah kemenangan besar bagi perlindungan konsumen di Texas dan menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar tidak bebas dari hukum yang berlaku. Ia menyatakan bahwa Google secara diam-diam mengumpulkan berbagai data pribadi tanpa izin yang jelas. Google dalam pernyataannya mengatakan penyelesaian ini hanya menutup klaim lama yang sebagian besar sudah diselesaikan di tempat lain dan menegaskan tidak mengakui adanya pelanggaran. Mereka berjanji akan terus meningkatkan kontrol privasi dalam produk dan layanan mereka. Kasus serupa juga pernah terjadi dengan Meta Platforms, yang tahun lalu menyetujui pembayaran Rp 23.38 triliun (US$1,4 miliar) ke Texas karena tuduhan pengumpulan data wajah secara ilegal. Hal ini menunjukkan pengawasan ketat hukum di AS terhadap praktik pengumpulan data oleh perusahaan teknologi besar.

Analisis Ahli

Helen Nissenbaum
Kasus-kasus seperti ini menandai pentingnya privasi sebagai hak konsumen digital yang harus dipertahankan melalui regulasi yang tegas dan transparansi dari perusahaan teknologi.
Bruce Schneier
Penyelesaian finansial tanpa perubahan produk tidak cukup; aspek teknis privasi harus ditingkatkan agar pengguna benar-benar terlindungi dari pelacakan tanpa izin.