Komisi Eropa Denda Google Rp44 Triliun Karena Praktik Iklan Tidak Adil
Bisnis
Marketing
05 Sep 2025
5 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google dikenakan denda besar oleh Komisi Eropa karena praktik antikompetitif.
Komisi Eropa meminta Google untuk mengajukan rencana untuk menghentikan praktik yang merugikan ini.
Departemen Kehakiman AS juga terlibat dalam mengusut kasus serupa terhadap Google di Amerika Serikat.
Komisi Eropa telah memberikan denda sebesar €2.950.000.000 atau sekitar Rp44 triliun kepada Google karena dituduh menyalahgunakan posisi dominannya dalam teknologi periklanan. Denda ini merupakan salah satu tindakan terbesar terhadap perusahaan teknologi besar terkait praktik bisnis yang dianggap tidak adil.
Komisi Eropa menyatakan bahwa praktik Google menyebabkan meningkatnya biaya bagi pengiklan dan penerbit, yang pada akhirnya bisa memengaruhi konsumen melalui kenaikan harga barang dan layanan. Google dinilai memanfaatkan kekuasaannya untuk mengontrol pasar iklan digital secara tidak wajar.
Regulator Eropa memberi batas waktu 60 hari kepada Google untuk mengajukan rencana untuk menghentikan praktik antikompetitif tersebut. Jika rencana yang diajukan tidak memuaskan, Komisi dapat memutuskan langkah lebih lanjut, termasuk pemisahan unit bisnis teknologi iklan milik Google.
Google menanggapi keputusan ini dengan menolak tuduhan dan menyatakan rencana untuk melakukan banding. Lee-Anne Mulholland, Wakil Presiden Google untuk urusan regulasi global, mengatakan denda serta aturan baru dapat merugikan bisnis Eropa yang selama ini bergantung pada layanan iklan Google.
Kasus ini terjadi bersamaan dengan perhatian global terhadap dominasi perusahaan teknologi besar dan upaya pengawasan dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, yang juga menuntut pemisahan bisnis iklan Google. Langkah ini memperlihatkan perubahan kuat dari regulator untuk menjaga keadilan dalam pasar teknologi.
Analisis Ahli
Margrethe Vestager
Penegakkan hukum anti-monopoli harus ketat untuk memastikan persaingan yang adil dan mendukung lingkungan bisnis yang sehat.Jonathan Kanter
Pemecahan perusahaan besar seperti Google di sektor teknologi iklan penting demi menghindari dominasi pasar yang merusak konsumen dan pesaing.