Ribuan Driver Ojek Online Jakarta Tuntut Tarif Pengantaran yang Lebih Adil
Finansial
Kebijakan Fiskal
20 Mei 2025
186 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Para pengemudi ojek online memperjuangkan kesejahteraan dan tarif yang lebih adil.
Aksi unjuk rasa ini merupakan bagian dari protes nasional yang lebih besar.
Tuntutan termasuk transparansi dalam sistem pembagian pendapatan antara aplikasi dan pengemudi.
Ribuan pengemudi ojek online di Jakarta mengadakan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kesejahteraan. Mereka mengeluhkan tarif layanan pengantaran makanan dan paket yang dianggap sangat rendah.
Mahmud Fly, Ketua Umum Serikat Pengemudi Online Indonesia, menyatakan bahwa driver hanya menerima sekitar lima ribu rupiah per pengantaran, padahal biaya operasional seperti bensin dan kuota internet harus ditanggung sendiri.
Para driver menilai penghasilan mereka tidak sesuai dengan beban kerja yang dijalani, sehingga meminta pemerintah maupun pihak terkait untuk segera membuat regulasi tarif minimum yang lebih manusiawi.
Aksi ini juga menjadi bagian dari protes nasional yang dilakukan oleh komunitas driver ojek online di berbagai kota besar, yang menuntut transparansi dalam sistem pembagian pendapatan dengan aplikasi ojek online.
Mereka berharap dengan adanya regulasi yang jelas, kesejahteraan para driver dapat meningkat, dan tarif yang diberlakukan menjadi lebih adil bagi pengemudi dan konsumen.
Analisis Ahli
Dr. Siti Nurhaliza (Ekonom Transportasi)
Kesejahteraan pengemudi ojek online harus menjadi prioritas karena mereka menyokong ekosistem ekonomi digital. Regulasi yang jelas dan tarif yang adil akan mendorong keberlanjutan layanan serta menciptakan ekosistem yang sehat bagi seluruh pemangku kepentingan.

