AI summary
Metode penanggalan baru menggunakan krypton-81 memungkinkan studi lebih mendalam tentang es kuno. Penelitian ini membantu memahami stabilitas lapisan es Greenland dan evolusi gletser di Tibet. Hasil penelitian membuka pintu untuk eksplorasi lebih lanjut dalam memahami transisi iklim besar di masa lalu. Para ilmuwan dari China dan Amerika bekerjasama mengembangkan metode baru untuk menentukan usia es purba menggunakan isotop langka krypton-81. Es di dasar inti es Antartika dan Greenland menyimpan catatan penting tentang iklim masa lalu, namun sulit untuk menentukan usia es tertua karena lapisan es yang terganggu.Krypton-81 merupakan isotop radioaktif dengan waktu paruh sekitar 229.000 tahun, sehingga cocok untuk memberikan waktu yang akurat hingga jutaan tahun. Namun, atom krypton-81 sangat langka di dalam es dan hanya terdapat beberapa ratus atom di setiap kilogram es.Metode baru yang dikembangkan menggunakan cahaya ultraviolet vakum dengan intensitas tinggi untuk mengaktifkan atom krypton secara efisien sehingga bisa diukur tanpa merusak sampel. Hanya dibutuhkan 1 kilogram es saja untuk mendapatkan data usia yang presisi.Dalam pengujian, sampel es dari Taylor Glacier di Antartika didapatkan usia sekitar 130.000 tahun, yang sesuai dengan penentuan usia menggunakan metode lain. Hal ini membuktikan bahwa metode ini akurat dan dapat digunakan untuk dating es purba lebih jauh.Pengembangan teknik ini membuka banyak peluang baru untuk mempelajari perubahan iklim sepanjang jutaan tahun lalu, termasuk stabilitas lapisan es di Greenland serta perkembangan gletser di Tibet. Penelitian ini penting untuk prediksi iklim di masa depan.
Penemuan ini sangat revolusioner karena mengatasi keterbatasan sumber daya isotop krypton yang sangat langka, meminimalisir kebutuhan sampel serta mencegah kerusakan. Pendekatan berbasis optik ini dapat mempercepat penelitian iklim dan membuka data masa lalu yang sebelumnya sulit diakses, membawa studi paleoklimatologi ke level baru.