Membongkar Badai Matahari Terkuat Dalam Sejarah 14.300 Tahun Lalu
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
16 Mei 2025
53 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Badai matahari pada 12350 SM lebih kuat daripada badai solar terbesar yang tercatat dalam sejarah modern.
Model baru yang dikembangkan memungkinkan analisis data radiocarbon dari kondisi iklim kuno.
Pentingnya memahami dampak badai solar ekstrem untuk melindungi teknologi modern.
Para ilmuwan menemukan bukti badai matahari yang sangat kuat yang menimpa Bumi sekitar 14.300 tahun yang lalu, tepat saat berakhirnya Zaman Es terakhir. Badai ini jauh lebih kuat dibandingkan badai yang tercatat pada zaman modern.
Sebelumnya, lonjakan radiokarbon aneh yang ditemukan dalam pohon menunjukkan peristiwa luar biasa pada 12.350 SM, namun pengukuran intensitasnya terhalang oleh model iklim yang tidak memadai untuk masa lalu.
Tim internasional yang dipimpin oleh Kseniia Golubenko dan Ilya Usoskin berhasil membuat model baru bernama SOCOL:14C-Ex yang dapat menganalisis data radiokarbon pada iklim glasial kuno.
Dengan model baru ini, mereka mengungkap bahwa badai partikel matahari kuno tersebut 18% lebih kuat daripada peristiwa di tahun 775 M dan 500 kali lebih kuat dibanding badai terbesar era satelit modern tahun 2005.
Penemuan ini sangat penting untuk memahami potensi risiko akibat badai matahari ekstrem terhadap teknologi komunikasi, sistem listrik, dan satelit di masa kini, serta menyiapkan langkah mitigasi bagi masa depan.
Analisis Ahli
Ilya Usoskin
Model baru ini memperluas batas kemampuan analisis radiokarbon hingga periode glacial yang sebelumnya sulit dipahami, memberikan wawasan baru tentang kejadian solar particle event di masa lampau.


