AI summary
China telah mengalami perkembangan pesat dalam teknologi militer dan ekonomi. Pengembangan jet tempur J-10 menunjukkan kemandirian China dalam industri pertahanannya. Hubungan militer China dengan negara-negara Barat mengalami kemunduran setelah protes Tiananmen. China dulunya adalah negara miskin dengan pendapatan rendah terutama pada era 1940-an dan 1980-an. Namun pemerintah China bertekad untuk mengembangkan teknologi militer, khususnya pesawat tempur, demi memperkuat posisi negaranya di dunia.Deng Xiaoping memulai program ambisius pengembangan jet tempur yang berbasis pada teknologi lokal, prosesnya sangat panjang dan tidak selesai selama masa pemerintahannya. Presiden Jiang Zemin kemudian melanjutkan dan menyebut jet tempur lebih penting daripada bom atom bagi China.China membutuhkan sekitar 25 tahun untuk mengembangkan jet tempur J-10 yang mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2000-an dan kemudian terlibat dalam pertempuran nyata pada Mei 2025.Meskipun mendapat sanksi dari Amerika Serikat dan tidak bisa membeli langsung dari negara Barat, China belajar dan berinvestasi besar-besaran untuk menguasai teknologi ini. Mereka juga bekerja sama dengan Uni Soviet dan Rusia untuk mendapatkan teknologi penting.Kini, China menghasilkan pesawat J-10 secara mandiri dan Pakistan adalah satu-satunya negara lain yang mengoperasikan varian terbaru J-10C. Keberhasilan ini mencerminkan kekuatan dan kemajuan teknologi militer China yang pesat.
Kemampuan China mengembangkan J-10 menunjukkan kemajuan teknologi militer negaranya yang signifikan dan kesiapan menghadapi tantangan geopolitik global. Ini juga menandakan era baru dimana China mampu mandiri dalam produksi alutsista, mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dari negara lain.