Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Klaim Bisa Deteksi dan Usir Pesawat Siluman AS di Wilayah Udara Mereka

Teknologi
Keamanan Siber
InterestingEngineering InterestingEngineering
18 Okt 2025
131 dibaca
2 menit
China Klaim Bisa Deteksi dan Usir Pesawat Siluman AS di Wilayah Udara Mereka

Rangkuman 15 Detik

Tiongkok mengklaim dapat mendeteksi dan melacak pesawat tempur stealth seperti F-22.
Laporan ini menunjukkan upaya Tiongkok untuk menunjukkan kekuatan militer dan teknologi mereka.
Klaim ini dapat dipandang sebagai propaganda untuk memperkuat citra militer di dalam negeri dan di mata dunia.
China melalui media negara melaporkan bahwa jet tempur mereka, J-16, berhasil mengunci dan mengusir dua pesawat asing yang masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara China. Menurut pilot China, Li Chao, manuver kontrol ketat bahkan sampai membalikkan pesawat di dekat jet musuh yang diduga F-22 dari Amerika Serikat. Klaim utama dari China adalah bahwa mereka mengoperasikan sistem tempur terintegrasi yang menggabungkan radar low-frequency, pesawat peringatan dini, dan satelit untuk mendeteksi dan melacak pesawat siluman canggih AS. Hal ini memungkinkan pilot J-16 mengunci radar pada pesawat yang sulit dideteksi. F-22 Raptor sendiri merupakan pesawat tempur generasi ke-5 milik Amerika Serikat, terkenal dengan kemampuan siluman yang canggih dan sensor canggih. Pesawat ini sering diterjunkan di wilayah Asia-Pasifik untuk misi pencegahan dan pengawasan. Meski narasi China terkesan dramatis dan mungkin dilebih-lebihkan, klaim ini dikonsumsi sebagai tanda bahwa Beijing percaya diri dengan peningkatan kemampuan tempur dan teknologi mereka. Tindakan seperti ini juga menjadi pesan kuat bagi negara-negara tetangga dan Barat akan kesiapan militer China. Dari sudut pandang internasional, AS dan sekutunya kemungkinan akan menganggap berita ini sebagai bagian dari propaganda militer China, namun tetap akan meningkatkan perhatian dan pengembangan teknologi sensor bersama untuk mempertahankan keunggulan di langit kawasan.

Analisis Ahli

Dr. Li Wei - Ahli Pertahanan Udara Shanghai
China memang telah mencapai kemajuan signifikan dalam integrasi sistem sensor, tetapi deteksi efektif pesawat siluman seperti F-22 masih merupakan tantangan teknis yang besar pada kondisi operasi sesungguhnya.
James Anderson - Analis Militer dari RAND Corporation
Klaim ini lebih bersifat propaganda dan simbolik, namun mencerminkan kekhawatiran AS atas peningkatan kemampuan sensor China yang berpotensi mengurangi keunggulan stealth secara taktis.