Modus Penipuan AI Deepfake Membobol Akun Pejabat RI dan AS
Teknologi
Keamanan Siber
17 Mei 2025
50 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penjahat siber semakin canggih dengan menggunakan teknologi AI untuk menipu pejabat tinggi.
Modus operandi penipuan melibatkan penggunaan pesan jebakan untuk mencuri kredensial login.
Penegakan hukum, seperti Polri dan FBI, berperan penting dalam menangani kejahatan siber yang semakin meningkat.
Penjahat siber kini semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan penipuan. FBI baru-baru ini mengungkap kasus di mana pelaku menggunakan pesan teks dan suara buatan AI untuk menyamar sebagai pejabat tinggi AS dan membobol akun pribadi mereka.
Modus yang digunakan pelaku adalah menjalin komunikasi awal lewat pesan, kemudian mengalihkan korban ke situs palsu yang dibuat untuk mencuri username dan password. Data yang berhasil dicuri kemudian dapat digunakan untuk menyerang pejabat lain, mencuri informasi atau meminta uang.
Selain di Amerika Serikat, kejadian serupa juga terjadi di Indonesia. Polri berhasil menangkap seorang tersangka berinisial JS yang menggunakan video deepfake pejabat dan tokoh publik untuk menipu korban dan meraup keuntungan hingga Rp 65 juta.
Korban penipuan deepfake di Indonesia tersebar di 20 provinsi, dengan konsentrasi terbanyak di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua. Modus ini dianggap semakin membahayakan karena kecanggihan teknologi AI dalam menciptakan konten palsu sulit dibedakan dengan yang asli.
Pihak berwenang seperti FBI dan Polri terus mengingatkan masyarakat dan pejabat untuk berhati-hati dalam menerima pesan dan selalu waspada terhadap potensi penipuan yang menggunakan teknologi AI, guna mencegah kerugian yang lebih besar.
Analisis Ahli
Bruce Schneier (pakar keamanan siber)
Kejahatan dengan teknologi deepfake dan AI merupakan tantangan besar sebab teknologi tersebut mudah diakses dan digunakan oleh pelaku dengan motivasi jahat. Pencegahan dan edukasi publik serta pengembangan teknologi deteksi harus menjadi prioritas utama.


