Negara-negara Dunia Tarik Ilmuwan AS Karena Kebijakan Trump Memotong Riset
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
16 Mei 2025
220 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Negara-negara di seluruh dunia berusaha menarik ilmuwan AS dengan berbagai program dan pendanaan.
Dewan Penelitian Eropa dan lembaga lain meningkatkan ukuran hibah untuk bersaing dengan pendanaan penelitian AS.
Diskusi tentang etika penarikan ilmuwan dari AS menunjukkan dampak negatif yang mungkin terjadi pada komunitas penelitian global.
Pemerintahan Presiden Trump di Amerika Serikat telah memotong anggaran riset secara besar-besaran, menyebabkan banyak ilmuwan kehilangan dukungan dan pekerjaan mereka. Akibatnya, sejumlah ilmuwan mulai mencari peluang kerja di luar negeri yang menawarkan kondisi dan dana riset lebih baik.
Berbagai negara dan institusi di Eropa, Kanada, Australia, dan Cina merespons dengan menciptakan program-program khusus yang menawarkan dana besar dan paket insentif menarik untuk menarik ilmuwan berbakat, terutama yang berasal dari Amerika Serikat.
European Research Council yang terkemuka di Eropa menggandakan dana startup hingga €2 juta, dan Komisi Eropa meluncurkan program utama senilai €500 juta. Negara lain seperti Spanyol, Norwegia, dan Austria juga membuat penyesuaian kebijakan untuk mempermudah kedatangan para ilmuwan AS.
Meski banyak dukungan dan minat yang muncul, ada perdebatan tentang apakah pendekatan ini benar-benar membantu komunitas riset global atau malah merugikan sistem riset di Amerika Serikat itu sendiri serta menimbulkan masalah baru.
Institusi ternama seperti Max Planck Society dan berbagai universitas di Eropa dan Kanada melaporkan peningkatan ketertarikan peneliti AS, menunjukkan tren nyata dari gelombang pencarian peluang riset di luar negeri akibat kebijakan di AS.
Analisis Ahli
Maria Leptin
Memandang strategi ini bukan sebagai pencurian talenta, melainkan sebagai penciptaan tempat perlindungan riset yang mendukung komunitas global.Jan Löwe
Mengritik pendekatan ini karena bisa memperburuk masalah dalam sistem riset AS dengan menguras lebih banyak talenta ilmiah.
