TikTok Luncurkan Meditasi Terpandu untuk Dukung Kesehatan Mental Remaja
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
15 Mei 2025
222 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
TikTok memperkenalkan fitur meditasi untuk mendukung kesehatan mental pengguna.
Kerjasama dengan Dr. Willough Jenkins menyoroti pentingnya dukungan profesional dalam kesehatan mental remaja.
Sumbangan TikTok kepada organisasi kesehatan mental menunjukkan komitmen mereka terhadap kesehatan penggunanya.
TikTok meluncurkan fitur meditasi terpandu yang membantu pengguna mengatur pernapasan dan menenangkan pikiran langsung di dalam aplikasi. Fitur ini bertujuan untuk mendukung kesehatan mental terutama bagi pengguna muda yang mudah terpengaruh oleh aktivitas media sosial.
Meditasi ini akan diintegrasikan dengan pengingat waktu tidur TikTok, di mana pengguna di bawah usia 18 tahun secara otomatis akan mendapatkan panduan meditasi setelah menggunakan aplikasi lewat pukul 10 malam untuk membantu mereka bersantai dan bersiap tidur.
Menurut hasil uji coba, 98% remaja yang menggunakan fitur meditasi ini memilih untuk terus memakainya, menunjukkan penerimaan yang tinggi dan potensi manfaat yang nyata dari fitur tersebut.
TikTok juga mengalokasikan dana sebesar Rp 38.41 miliar ($2,3 juta) dalam bentuk kredit iklan yang disalurkan ke berbagai organisasi kesehatan mental di 22 negara. Tujuan ini adalah agar informasi dan dukungan layanan kesehatan mental dapat lebih luas menjangkau pengguna yang membutuhkan.
Selain itu, TikTok bekerja sama dengan psikiater anak Dr. Willough Jenkins untuk menyebarkan edukasi dan memperlihatkan bagaimana fitur meditasi bekerja, sebagiannya untuk meredakan kekhawatiran regulator yang mempertimbangkan pembatasan usia guna membatasi dampak negatif media sosial pada kesehatan mental remaja.
Analisis Ahli
Dr. Willough Jenkins
Pendekatan TikTok untuk mengintegrasikan meditasi dalam jam tidur merupakan inovasi yang mendukung kesehatan mental remaja, mengingat perlunya alat mudah dijangkau untuk mengatasi stres dan gangguan tidur di era digital.