Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

TikTok Luncurkan Fitur Meditasi Bantu Remaja Berhenti Scrolling Malam

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (10mo ago) health-and-medicine (10mo ago)
17 Mei 2025
100 dibaca
1 menit
TikTok Luncurkan Fitur Meditasi Bantu Remaja Berhenti Scrolling Malam

Rangkuman 15 Detik

TikTok meluncurkan fitur meditasi untuk membantu pengguna mengelola waktu tidur mereka.
Survei menunjukkan bahwa media sosial berdampak negatif pada kesehatan mental remaja.
TikTok memberikan dukungan finansial kepada organisasi yang fokus pada kesehatan mental.
TikTok menghadirkan fitur meditasi baru yang memungkinkan pengguna berhenti sejenak dari kebiasaan scrolling. Fitur ini dirancang khusus membantu agar pengguna, terutama remaja, dapat tidur lebih nyenyak dan tidak terus-menerus menggunakan aplikasi di malam hari. Bagi pengguna di bawah 18 tahun, fitur ini otomatis aktif dan mulai bekerja setelah pukul 10 malam dengan mengeluarkan suara musik yang menenangkan dan latihan pernapasan. Jika pengguna masih tetap scroll, prompt pengingat akan kembali muncul supaya mereka cepat tidur. Walau fitur ini bisa dilewati, sekitar 98 persen remaja yang menggunakannya selama uji coba memilih untuk terus memakai fitur tersebut. Namun, beberapa pengguna remaja menyatakan ketidaksetujuan dan ada yang memilih beralih ke aplikasi lain. Latar belakang pembuatan fitur ini karena penelitian menunjukkan banyak remaja yang mengalami gangguan tidur dan produktivitas akibat terlalu lama menggunakan media sosial, khususnya TikTok yang dikenal dengan algoritma membuat ketagihan. Selain fitur baru, TikTok juga mendukung kesehatan mental lewat donasi sebesar Rp 38.41 miliar ($2,3 juta) kepada organisasi yang fokus pada pendidikan dan dukungan kesehatan mental remaja, sebagai bagian dari program Mental Health Education Fund.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Psikolog Anak dan Remaja)
Upaya TikTok menghadirkan fitur meditasi di dalam aplikasi adalah inovasi penting untuk membantu mengurangi gangguan tidur dan stres, namun keberhasilan fitur ini sangat bergantung pada penerimaan remaja yang memang sering merasa terganggu dengan batasan waktu layar.
Prof. Michael Johnson (Ahli Media Sosial dan Kesehatan Mental)
Memang benar fitur seperti ini dapat menurunkan dampak negatif media sosial terhadap pemuda, tetapi pada akhirnya perubahan mindset dari pengguna dan dukungan orang tua juga sangat krusial agar hasilnya optimal.